Ketika Harga Tiket Mudik Mencekik Para Pemudik

Halim berceritra, tiket mudik menggunakan bus ke Padang naik Rp 200 ribu dari hari biasanya.

Diterbitkan 17 Maret 2026, 12:51 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Terminal Jatijajar Depok mulai dipenuhi para pemudik yang ingin merayakan Hari Raya Idulfitri 2026, di kampung halamannya. Sejak pagi, bangku yang di area tempat menunggu pemberangkatan bus sudah dipadati penumpang.

Mohammad Halim salah satunya. Dia akan berangkat dari Terminal Jatijajar menuju Pariaman, Sumatera Barat.

"Saya mau ke Pariaman, ini diantar sama anak," ujar Halim saat ditemui Liputan6.com, Selasa (17/3/2026).

Halim ditemani anaknya. Mereka sabar menanti kedatangan bus menuju Pariaman. Halim ingin merayakan mudik lebaran Idul Fitri dengan istrinya di Pariaman, sehingga memilih mudik sebelum lebaran.

"Istri saya di Pariaman, ini mau ke sana, nanti lebaran nya di sana," tutur Halim dengan santun.

Bagi Halim, perjalanan ke kampung halaman kali ini terasa berbeda. Salah satu penyebabnya, harga tiket bus yang melonjak tajam dibandingkan hari biasanya.

“Harga tiketnya sekarang mengalami kenaikan,” kata Halim.

 

Kelas Bawah Menjerit dengan Kenaikan Harga Tiket

Halim sudah melakukan pemesanan tiket seminggu sebelum tanggal pemberangkatan. Untuk mendapatkan tiket perjalanan, Halim harus berjuang mengingat ketersediaan tiket bus mulai habis.

“Saya pesan tiket bus satu minggu lalu, ada kenaikan harga cukup tinggi,” ucap Halim.

Halim menjelaskan, harga tiket bus mengalami kenaikan mencapai Rp200 ribu dari harga normal. Biasanya halim membeli tiket untuk tujuan Sumatera Barat sebesar Rp600 ribu, kini harga tiket yang dibelinya sebesar Rp800 ribu.

“Sekarang saya beli harganya Rp800 ribu, itu pun mendapatkan bus tambahan, sepertinya bus Pariwisata,” jelas Halim.

Kenaikan harga tiket bus cukup memberatkan masyarakat kalangan bawah. Pemerintah diminta dapat mencari solusi untuk menekan kenaikan harga tiket selama mudik lebaran Idulfitri.

"Kalau untuk masyarakat seperti saya cukup berat karena setiap tahunnya harga tiket mengalami kenaikan,” kata Halim.

 

Mudik Bawa Kucing

Pada sisi lainnya, Liputan6.com melihat dua orang pemudik wanita mengenakan hijab tampak membawa pet cargo.

Lisa, salah satu pemudik, berusaha meminta kepada awak bus untuk memperbolehkan membawa kucingnya menaiki bus. Lisa mengaku terpaksa membawa kucing Persia kesayangannya ke kampung halamannya di Purwokerto.

“Iya saya mudik bawa kucing kesayangan, karena tidak mungkin ditinggal di tempat kost,” ujar perempuan berusia 23 tahun.

Lisa mengaku memaksakan diri membawa kucingnya dikarenakan di tempat kosnya tidak ada yang merawatnya. Lisa harus merogoh kocek lebih dalam apabila menitipkan kucing kesayangannya di Pet Shop.

"Kalau saya titipkan di petshop cukup lumayan juga bayarnya, karena saya akan mudik selama dua minggu," jelas Lisa.

Lisa berusaha meminta awak bus memperbolehkan kucingnya untuk ikut bersamanya ke dalam bus. Namun, awak bus tidak memperbolehkan kucingnya di bawa ke dalam bus demi kenyamanan penumpang bus lainnya.

“Tidak boleh, sudah minta tolong pada driver busnya supaya kucing saya bisa naik juga ke bangku penumpang, tapi enggak diperbolehkan,” kata perempuan yang kuliah di Depok.

Lisa akhirnya harus merelakan kucing kesayangannya dapat dibawa namun ditempatkan di bagasi barang. Walaupun ada rasa kecemasan terhadap kucingnya apabila ditempatkan pada bagasi, namun akhirnya Lisa harus merelakannya.

“Ya mau bagaimana lagi, kucing saya ditaruh di bagasi bus, pasrah saja,” pungkas Lisa.