Detik-Detik Warga Evakuasi Pria Terjebak Arus di Kebun Karet Lampung Selatan

Hujan deras mengguyur wilayah Kabupaten Lampung Selatan pada Jumat (6/3/2026) menyebabkan banjir di sejumah titik. Upaya evakuasi pun dilakukan terhadap korban.

Diterbitkan 06 Maret 2026, 22:19 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Lampung Selatan pada Jumat (6/3/2026) menyebabkan banjir di sejumlah titik. Selain merendam permukiman, banjir juga memicu peristiwa evakuasi dramatis, saat seorang pria terjebak arus di kawasan perkebunan karet di Jalan Way Galih, Kecamatan Tanjung Bintang.

Berdasarkan rekaman video yang beredar diterima Liputan6.com, puluhan warga tampak bergotong royong melakukan evakuasi secara mandiri.

Mereka menggunakan tali tambang yang diikatkan pada pohon-pohon karet sebagai pegangan untuk menyeberangi arus banjir yang cukup deras. Proses penyelamatan berlangsung menegangkan karena kuatnya arus air.

Namun berkat kerja sama warga, pria tersebut akhirnya berhasil dievakuasi dan dibawa ke lokasi yang lebih aman dalam kondisi selamat.

Sejauh ini belum ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Meski demikian, warga diminta tetap waspada mengingat potensi hujan dengan intensitas tinggi masih dapat terjadi di sejumlah wilayah Lampung.

Selain itu, banjir juga merendam Rumah Sakit Airan Raya yang berada di Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan, sekitar pukul 15.00 WIB. Air dilaporkan masuk hingga ke dalam area rumah sakit.

 

Banjir di Rumah Sakit

Dalam video yang beredar, terlihat air setinggi mata kaki menggenangi koridor dan ruang tunggu rumah sakit. Genangan tersebut membasahi lantai keramik di area lobi dan sejumlah ruang pelayanan.

Perekam video menyebut banjir terjadi akibat tingginya volume air setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Air bahkan disebut sempat masuk ke area ruang perawatan pasien.

Sebelumnya, hujan berintensitas lebat yang disertai angin kencang melanda Kota Bandar Lampung pada Jumat (6/3/2026) siang hingga sore hari. Cuaca ekstrem tersebut memicu banjir dan genangan di sejumlah titik wilayah kota.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Radin Inten II Lampung Selatan, Nanang Buchori mengatakan hujan terjadi sekitar pukul 14.00 hingga 16.00 WIB dengan intensitas tinggi dalam durasi relatif singkat.

“Curah hujan yang tinggi menyebabkan kapasitas drainase di beberapa wilayah tidak mampu menampung aliran air secara optimal sehingga terjadi limpasan yang memicu genangan,” kata Nanang, Jumat (6/3).

Akibatnya, sejumlah kawasan permukiman dan ruas jalan di Bandar Lampung terendam air dengan ketinggian bervariasi.

"Berdasarkan laporan sementara di lapangan, ketinggian air di beberapa titik mencapai selutut orang dewasa hingga setinggi knalpot sepeda motor. Bahkan di beberapa permukiman, air dilaporkan masuk ke dalam rumah warga," ungkap dia.