Liputan6.com, Jakarta - Suasana ruang sidang Pengadilan Negeri (PN) Batam mendadak berubah haru, Kamis sore (4/2/2026). Seorang ibu menangis histeris saat mendengar anaknya, Pandi Ramadhan (22), dituntut hukuman mati terkait penyelundupan hampir dua ton sabu.
Saat para terdakwa digiring di depan sel tahanan sementara PN Batam, ibu paruh baya itu tak kuasa menahan tangis. Dia memeluk tubuh Pandi erat-erat, berusaha menahan anaknya agar tak dibawa pergi oleh petugas.
Tubuhnya limbung, lalu jatuh terduduk di lantai. Beberapa orang mencoba menopangnya. Namun ibu tersebut terus meronta, menangis, dan memanggil-manggil nama anaknya.
Advertisement
Di tengah isak yang tak henti, sang ibu memohon kepada Presiden Republik Indonesia untuk membantu membebaskan putranya.
“Pak Presiden Prabowo, tolong anakku. Dia tidak tahu apa-apa. Dia hanya bekerja. Pandi, Pandi anakku,” teriaknya dengan suara bergetar.
Seolah tak sanggup menerima kenyataan, dia kembali memeluk Pandi. Pandi, yang berdiri di bawah pengawasan petugas, ikut menangis. Dia menunduk, lalu berusaha menenangkan ibunya.
“Mak, jangan kau nangis, Mak,” katanya.
Tulang Punggung Keluarga
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5494943/original/043101100_1770349989-1000556343.jpg)
Pandi Ramadhan diketahui merupakan lulusan Politeknik Negeri Pelayaran Malahayati Aceh tahun 2022. Dia adalah anak pertama dari enam bersaudara, sekaligus tulang punggung keluarga yang hidup sederhana di Simpang Canang, Belawan, Sumatera Utara.
Selepas lulus, Pandi bekerja di kapal-kapal di wilayah Belawan hingga Pekanbaru. Dia kemudian melamar kerja melalui seorang agen kapal bernama Iwan, sebelum akhirnya diterima bekerja di kapal tanker Sae Dragon dengan perjanjian kerja resmi.
Menurut kuasa hukum, proses administrasi hingga penempatan kerja disebut diurus oleh kapten kapal, Hasiholan Samosir.
Harapan Pandi untuk memperbaiki ekonomi keluarga berubah setelah kapal tanker Sae Dragon ditangkap aparat di perbatasan perairan Anak Karimun, Kepulauan Riau, dengan Malaysia.
Kapal tanpa bendera negara itu diketahui mengangkut 67 boks berisi sabu seberat sekitar dua ton. Pandi mengaku tidak mengetahui isi muatan tersebut. Dia menyebut sempat curiga dan mempertanyakan isi boks, namun diyakinkan bahwa muatan itu adalah emas dan uang.
“Kalau saya melawan atau tidak menuruti perintah kapten dan bos, risikonya besar. Kami di tengah laut,” ujar Pandi usai sidang beberapa waktu lalu.
Advertisement
Enam Terdakwa Dituntut Mati
Dalam perkara ini, Jaksa Penuntut Umum menuntut pidana mati terhadap enam terdakwa. Dua di antaranya adalah warga negara Thailand, Weerapat Phongwan dan Teerapong Lekpradube, sementara empat lainnya adalah warga negara Indonesia: Pandi Ramadhan, Richard Halomoan Tambunan, Leo Candra Samosir, dan Hasiholan Samosir.
Jaksa menyatakan para terdakwa terbukti melanggar Pasal 114 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.
Kuasa hukum Pandi, Baktiar Batubara menilai, tuntutan jaksa tidak mempertimbangkan posisi kliennya sebagai anak buah kapal yang berada dalam tekanan.
“Pandi ini melamar kerja secara resmi, ada kontrak kerja. Dia bukan pengendali. Ketika di tengah laut, tidak mungkin dia membangkang. Tapi tuntutannya disamakan dengan yang lain,” kata Baktiar.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5495122/original/083308700_1770356146-Menteri_Keuangan__Menkeu__Purbaya_Yudhi_Sardewa-6_Februari_2026b.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5537107/original/075541100_1774410122-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-03-25T095300.861.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8672103/original/092674300_1782711428-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-29T123620.816.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8673310/original/025399100_1782713964-cek_fakta_purbaya_pensiunan.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5494942/original/029717000_1770349988-1000558007.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3884476/original/045757800_1764335001-WhatsApp_Image_2025-11-28_at_20.01.56.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4728012/original/006431800_1706361596-000_34GE37C.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8666203/original/007626600_1782698654-000_B8H28ZD.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8633516/original/070380800_1782633001-photo-collage.png__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8674531/original/079790200_1782716407-AP26177104053905.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260382/original/054470700_1781590662-063_2281748273.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259253/original/099827400_1781493084-AP26165774269127.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4864218/original/041026400_1718404435-AP24166759629724.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263966/original/082388400_1782038241-000_B7RC3ZV.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5415752/original/060786800_1763419826-000_84BP8PA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8525155/original/017274300_1782455154-AP26176798846634.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8452334/original/003376600_1782349228-ney.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259033/original/064642600_1781436681-000_B6Z637Y.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5336106/original/093385500_1756854662-IMG_7958.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8319845/original/014788000_1782188222-1000860003.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3921768/original/033212700_1643792366-boxed-water-is-better-5Lw1U5BIumE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260737/original/065407300_1781653019-Dokter_Spesialis_Anak_Konsultan_Tumbuh_Kembang__Prof._DR._dr._Rini_Sekartini__Sp.A__K___3_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8132025/original/089061700_1780983846-Rampok.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7039098/original/046061100_1779814584-IMG_9168_1779094582694.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3524251/original/038263600_1627479870-wes-hicks-Xg_LGdZVPe0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5055240/original/000755800_1734445088-worried-cute-baby-standing-crib-holding-railing-crying-looking-away-closeup-shot-high-angle-child-care-childhood-concept.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4673834/original/032370200_1701695044-hollie-santos-aUtvHsu8Uzk-unsplash.jpg)