Elang Jawa Tabrak Jendela Rumah Warga Sukabumi hingga Pecah

Elang Jawa tiba-riba masuk permukiman dan menabrak jendela rumah salah satu warga di Sukabumi.

Diterbitkan 01 Februari 2026, 21:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Elang Jawa masuk ke permukiman hingga menabrak jendela salah satu rumah warga hingga pecah di Desa Babakan Panjang, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, Minggu (1/2/2026).

Peristiwa bermula sekira pukul 10.00 WIB di kediaman seorang warga bernama Deri. Keheningan pagi mendadak pecah saat terdengar suara benturan benda keras yang menghantam kaca jendela rumah.

"Warga yang punya rumah juga tidak tahu persis awalnya, cuma tetangganya berteriak ada suara benturan ke rumah Kang Deri. Benturannya agak keras sampai kaca pecah," jelas Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Nagrak, Winda Tri Sutrisno.

Dia menjelaskan, setelah mendengar teriakan tetangga dan suara kaca pecah, warga segera memeriksa sumber suara.

Di sana, mereka menemukan seekor burung berukuran besar yang kemudian diidentifikasi sebagai Elang Jawa, spesies predator yang sangat dilindungi.

Diduga Terbang Rendah Akibat Luka

Berdasarkan pengamatan awal, burung tersebut tampak terbang tidak stabil atau terlalu rendah sebelum menghantam bangunan. Winda menduga satwa tersebut sedang dalam kondisi tidak fit atau mengalami luka.

"Terbangnya rendah, kurang tahu kenapa. Kayaknya dia luka, tapi saat ini masih kami cek kembali kondisinya," tambah dia.

Dugaan sementara, burung ini bermigrasi atau turun dari habitat aslinya di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP).

Lokasi penemuan di Desa Babakan Panjang memang hanya berjarak sekitar 5 hingga 6 kilometer dari batas kawasan taman nasional tersebut.

Untuk mencegah kesalahpahaman hukum terkait kepemilikan satwa dilindungi, pihak P2BK langsung mengambil langkah cepat dengan mengamankan elang tersebut dan menghubungi Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Barat.

"Kami sudah komunikasi, diminta untuk dijaga dulu sementara karena khawatir warga disangka memelihara dengan sengaja. Padahal sudah jelas kronologinya karena insiden menabrak kaca. Sekarang kami menunggu dinas terkait untuk penanggulangan selanjutnya," jelas dia.