Update Keracunan MBG di Tomohon: 131 Siswa dan 6 Guru di SMKN 1 Dirawat di 3 Rumah Sakit

Buntut keracunan MBG tersebut, operasional dapur penyedia layanan dihentikan sementara,

Diterbitkan 27 Januari 2026, 20:56 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kasus dugaan keracunan akibat Makan Bergizi Gratis (MBG) dialami ratusan siswa di Kota Tomohon, Sulut. Data hingga, Selasa (27/1/2026) sore, di SMKN 1 Tomohon ada 131 siswa serta 6 guru dan tenaga administrasi yang keracunan.

"Ada 131 siswa serta 6 guru dan tenaga administrasi yang dirawat di rumah sakit maupun di rumah akibat dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis," kata Kepala SMKN 1 Tomohon Bastian Turambi SPd Gr saat dihubungi Liputan6.com pada, Selasa (27/1/2026).

Dia mengatakan, sejak Senin (26/1/2026), sejumlah rumah sakit yakni RS Anugerah, RS Gunung Maria dan RS Bethesda sudah didatangi para korban. Sebagian ada yang sudah diperbolehkan pulang.

"Kami terus berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Daerah Sulut untuk memantau perkembangan," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, ratusan siswa dari empat sekolah menengah di Tomohon dilarikan ke rumah sakit setelah diduga mengalami keracunan massal usai menyantap paket makanan tersebut, Senin (26/1/2026).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, gejala mulai dirasakan para siswa sekitar pukul 15.00 Wita, beberapa jam setelah jam pulang sekolah. Puluhan remaja mengeluhkan mual hebat, muntah, hingga nyeri perut akut.

​Data Korban dan Sekolah Terdampak

Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Manado, Dr. Billy Christian Kereh MSi, mengonfirmasi bahwa hingga saat ini pendataan terus dilakukan secara dinamis. Adapun sekolah-sekolah yang terdampak meliputi:

​SMP Kristen 1 Woloan

​SMK Negeri 1 Tomohon

​SMK Sta. Familia Tomohon

​SMA Karitas Tomohon

​"Kami fokus pada penanganan pasien. Saat ini puluhan siswa masih menjalani rawat inap, sementara sisanya rawat jalan. Di RSUD Anugerah saja, ada 25 siswa yang harus dirawat inap," jelas Billy dalam keterangannya, Selasa (27/1/2026).

​Dapur Satuan Pelayanan Dihentikan

Buntut dari insiden ini, otoritas terkait langsung mengambil tindakan tegas. Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kolongan, yang menjadi penyedia makanan tersebut, resmi dihentikan sementara.

​"Operasional SPPG Kolongan dihentikan. Kami sedang menunggu surat resmi pemberhentian sementara sambil melakukan investigasi menyeluruh," tegas Billy.

​Kasat Reskrim Polresta Tomohon, Iptu Royke Mantiri, menyatakan bahwa pihaknya telah bergerak cepat sejak laporan diterima pukul 18.30 WITA. Tim penyidik telah melakukan langkah Pengumpulan Bahan dan Keterangan (Pulbaket) serta mengamankan sampel makanan dari dapur penyedia.

​"Kami sudah mengambil sampel makanan didampingi Balai POM dan Dinas Kesehatan Kota Tomohon untuk uji laboratorium. Dugaan sementara memang keracunan, namun penyebab pastinya menunggu hasil lab," ujar Royke.

​Hingga berita ini diturunkan, suasana di tiga rumah sakit rujukan masih dipadati orang tua siswa yang memantau kondisi anak-anak mereka. Pihak pemerintah kota dan kepolisian terus berkoordinasi untuk memastikan seluruh biaya pengobatan tertangani dan mencari aktor yang bertanggung jawab atas kelalaian prosedur keamanan pangan ini.

Sementara data jumlah keseluruhan korban yang dirawat di rumah sakit, rawat jalan, serta diperbolehkan pulang masih diperbaharui.