Gunung Anak Krakatau Berstatus Waspada, Nelayan dan Wisatawan Menjauh dari Radius 2 Km

Status aktivitas Gunung Anak Krakatau yang berada di wilayah Kabupaten Lampung Selatan hingga kini masih berada pada Level II atau waspada.

Diterbitkan 13 Desember 2025, 21:56 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Status aktivitas Gunung Anak Krakatau yang berada di wilayah Kabupaten Lampung Selatan hingga kini masih berada pada Level II atau waspada. Masyarakat, termasuk nelayan dan wisatawan, diminta tidak beraktivitas dalam radius kurang dari 2 kilometer dari kawah gunung tersebut.

Kepala Pos Pantau Gunung Anak Krakatau, Andi Suardi, mengatakan status waspada telah ditetapkan sejak 2023 dan belum mengalami perubahan hingga saat ini.

“Kondisinya masih stabil, statusnya memang waspada atau Level II. Itu sudah berlaku sejak tahun 2023,” ujar Andi, Sabtu (13/12/2025).

Menurut Andi, erupsi terakhir Gunung Anak Krakatau terjadi pada Desember 2023. Setelah kejadian tersebut, tidak ada lagi aktivitas erupsi yang signifikan hingga sekarang.

“Aktivitasnya masih seperti biasa. Erupsi terakhir itu Desember 2023, setelah itu tidak ada lagi erupsi. Kondisinya terpantau stabil,” jelasnya.

Dia bilang, aktivitas masyarakat di sekitar perairan Gunung Anak Krakatau masih berlangsung normal. Nelayan setempat tetap melaut seperti biasa, meski kerap terkendala faktor cuaca.

“Kalau masyarakat setempat masih aman-aman saja, nelayan juga tetap beraktivitas. Kendalanya lebih ke kondisi cuaca, karena ombak kadang tinggi dan hujan juga cukup deras,” ungkap Andi.

Larangan untuk Mendekati Gunung Anak Krakatau

Meski demikian, Andi menegaskan larangan keras bagi masyarakat maupun wisatawan untuk mendekati apalagi menginjakkan kaki di kawasan Gunung Anak Krakatau.

“Larangan tetap berlaku. Masyarakat dan wisatawan tidak boleh mendekati, apalagi naik ke sana. Ada batasan jarak aman, yaitu minimal 2 kilometer dari Gunung Anak Krakatau,” tegasnya.