Mitigasi Erupsi Semeru Jangka Panjang, Kepala BNPB Usulkan Pos Pengungsian Terpusat di Lumajang

Kepala BNPB Suharyanto, mengusulkan pembangunan tempat pengungsian terpusat di Lumajang yang bersifat multifungsi dan dapat dimanfaatkan untuk aktivitas masyarakat sepanjang tahun

Diterbitkan 26 November 2025, 09:37 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, meninjau Desa Supiturang serta Posko Pengungsian di SMPN 2 Pronojiwo pada Selasa (25/11/2025). Dalam kunjungan tersebut, ia menekankan pentingnya langkah strategis mitigasi pasca-erupsi Gunung Semeru.

Ia mengusulkan pembangunan tempat pengungsian terpusat di Lumajang yang bersifat multifungsi dan dapat dimanfaatkan untuk aktivitas masyarakat sepanjang tahun sekaligus menjadi lokasi evakuasi yang aman saat terjadi bencana.

Konsep ini mencontoh praktik di Gunung Merapi, di mana fasilitas pengungsian juga dilengkapi tempat untuk ternak, logistik, dan aktivitas masyarakat, sehingga evakuasi lebih tertata dan risiko bencana dapat diminimalkan.

“Tempat pengungsian terpusat yang terintegrasi akan memastikan warga dapat mengungsi dengan cepat, aman, dan nyaman. Infrastruktur siap, proses penanganan bencana berjalan lebih efektif, serta mitigasi risiko jangka panjang dapat diterapkan,” ujar Letjen Suharyanto.

Selain itu, Kepala BNPB menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap erupsi tahunan, terutama bagi warga yang tinggal di daerah merah, atau kawasan yang dilarang untuk pemukiman karena risiko tinggi. Ia menegaskan, penempatan warga di lokasi aman menjadi kunci keselamatan, meski upaya edukasi dan dialog tetap dilakukan agar warga memahami risiko dan prosedur evakuasi.

Sementara itu, Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menyambut baik saran BNPB. Pihaknya mendukung rencana pembangunan pengungsian terpusat.

"Fasilitas ini tidak hanya menjadi tempat aman saat bencana, tetapi juga dapat dimanfaatkan sepanjang tahun untuk kegiatan masyarakat. Ini bagian dari strategi mitigasi yang berkelanjutan dan memastikan keselamatan warga tetap prioritas utama,” jelas Bupati.

Langkah ini merupakan bagian dari strategi mitigasi jangka panjang, dengan koordinasi lintas unsur antara BNPB, pemerintah daerah, TNI/Polri, dan kementerian terkait, memastikan kesiapsiagaan, evakuasi, pemulihan, dan pendidikan masyarakat dapat berjalan simultan dan efektif.

Data Terkini

Data terkini menunjukkan tidak ada korban jiwa, dan hanya tiga warga mengalami luka ringan. Di Dusun Sumbersari, 23 rumah mengalami kerusakan berat, sementara ratusan rumah lain terdampak debu dan kerusakan ringan.

Mayoritas warga terdampak telah direlokasi ke lokasi aman di Sumber Bujur. Namun, sekitar 200 kepala keluarga memilih tetap berada di tempat tinggalnya, karena alasan jarak dan mata pencaharian, seperti penambangan pasir.

Pemerintah daerah kini menempuh pendekatan dialogis, mencari opsi relokasi alternatif yang lebih dekat dengan aktivitas ekonomi warga, namun tetap berada di lokasi aman. Sistem pengungsian sendiri bersifat tidak permanen, di mana warga dapat kembali ke rumah mereka pada siang hari untuk membersihkan dan merawat rumah terdampak.

"Kami terus memastikan layanan pengungsian dan bantuan sosial tersedia bagi seluruh warga terdampak. Prioritas kami adalah keselamatan dan kenyamanan masyarakat.” tambahnya