Kronologi Atap Ponpes Syech Abdul Qodir Jaelani Situbondo Ambruk Menewaskan Satu Santriwati

Atap asrama putri Pondok Pesantren Syech Abdul Qodir Jaelani di Desa Blimbing, Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo ambruk pada Rabu dini hari (29/10/2025).

Diterbitkan 29 Oktober 2025, 16:27 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Atap asrama putri Pondok Pesantren Syech Abdul Qodir Jaelani di Desa Blimbing, Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo ambruk pada Rabu dini hari (29/10/2025).

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 00.30 WIB. Peristiwa tersebut sebanyak 19 santri putri tertimpa reruntuhan genteng dan kayu bangunan yang roboh.

Para korban langsung dievakuasi oleh pengurus pondok pesantren dan warga sekitar ke Puskesmas Besuki, RS Besuki, dan RS Jatimnet untuk mendapatkan perawatan medis.

Dari total korban, satu santri dilaporkan meninggal dunia, sementara tiga lainya menjalani perawatan intensif akibat luka serius.

"Untuk korban meninggal dunia diketahui berinisial P siswa SMP asal Dusun Rawan, Desa Besuki," ujar kordinator Pusdalops BPBD Situbondo Puriono, Rabu (29/0/2025).

Puriono mengatakan, jenazah korban meninggal telah dimakamkan di pemakaman umum desa setempat "Rabu pagi jenazah sudah dimakamkan di desanya," tambahnya.

Kronologi Kejadian

Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Syech Abdul Qodir Jailani, KH Muhammad Hasan Nailul Ilmi, membenarkan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 00.30 WIB atau 01.00 WIB setelah turun hujan yang disertai angin kencang.

"Terdengar suara gemuruh asrama santri, yang ambruk itu atapnya dan bangunan tembok masih kokoh dan utuh," katanya

Menurutnya, para santri yang menjadi korban langsung di evakuasi ke puskesmas dan rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

"Hanya empat orang santri yang dirawat inap, dua orang di RS Besuki dan RS Jatimed, Dua santri yang dirawat di RD Besuki harus dioperasi karena lukanya cukup parah," paparnya

Untuk dua santri yang dirawat di RS Jatimed, salah satunya dinyatakan meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan intensif.

"Betul ada satu santrinyabg meninggal dunia kondisinya memang sakit dan baru kembali ke pondok," pungkasnya.