Berebut Isi Bensin di SPBU Banyuasin Berujung Petaka, Sopir Angkot Tewas Kena Tembak

Cekcok berebut isi bensin di SPBU Sembawa, Banyuasin, Sumatera Selatan, Selasa sore (21/10/2025), berujung pilu.

Diterbitkan 22 Oktober 2025, 20:07 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

 

Liputan6.com, Banyuasin - Cekcok berebut isi bensin di SPBU Sembawa, Banyuasin, Sumatera Selatan, Selasa sore (21/10/2025), berujung pilu. Seorang sopir angkot berinisial OB (35) tewas dengan luka tembak pada bagian perut dan paha. 

Sementara rekannya, DW (27), harus dirawat di rumah sakit karena turut terkena tembakan. Peristiwa penembakan itu terjadi usai korban terlibat cekcok berebut isi bensin dengan tiga orang yang ada di mobil mobil jenis Innova.  

Awalnya DW dikeroyok para pelaku, lalu OB bermaksud melerai. Namun dia malah turut dikeroyok oleh para pelaku. Kemudian salah seorang pelaku mengambil senjata api jenis FN dari mobil dan menembak korban hingga mengenai bagian perut dan paha.

Korban OB tewas di tempat dan rekannya DW mengalami luka tembak di perut yang kini menjalani perawatan intensif di RSUD Banyuasin.

Dari penyelidikan, polisi meringkus tiga pelaku tanpa perlawanan di rumah masing-masing beberapa jam kemudian. Ketiganya adalah HS (31), IG (35), dan DSP (23). Ketiganya tinggal di Desa Regan Agung, Kecamatan Banyuasin III.

"Tiga tersangka penembakan dan pengeroyokan ditangkap tadi malam atau beberapa jam setelah kejadian," ungkap Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya, Rabu (22/10/2025).

Nandang menyebut penembakan dilatarbelakangi salah paham saat mengisi BBM. Namun korban bukan yang bersengketa, melainkan hanya bermaksud melerai.

"Korban adalah teman yang jadi korban pengeroyokan, dia maksudnya menyelamatkan temannya," kata Nandang.

Atas perbuatannya, ketiga tersangka dijerat Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dan atau Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan yang mengakibatkan kematian dengan ancaman hukuman mati. Barang bukti sita mobil Toyota Innova Reborn hitam nomor polisi BG 1719 E milik tersangka yang diketahui pelat palsu, senpi jenis FN.

"Untuk senjata api sedang kami lakukan uji balistik untuk memastikan penggunaannya," kata Nandang.Â