15 Tahanan Kabur dari Rutan Polsek Samarinda Kota, Jebol Tembok Lewat Kloset Pakai Pipa dan Paku

Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar menjelaskan, peristiwa pelarian itu pertama kali diketahui sekitar pukul 14.00 WITA.

Diterbitkan 20 Oktober 2025, 07:28 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta- Sebanyak 15 tahanan Polsek Samarinda Kota dilaporkan kabur dari ruang tahanan, Minggu (19/10/2025) siang. Para tahanan melarikan diri dengan cara menjebol bagian kloset di dalam sel hingga tembus ke dinding belakang.

Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar menjelaskan, peristiwa pelarian itu pertama kali diketahui sekitar pukul 14.00 WITA. Petugas mendapati salah satu sel mengalami kerusakan di bagian kloset dan dinding, dengan lubang berdiameter sekitar 35–40 sentimeter yang menjadi jalur kaburnya para tahanan.

“Ada 15 orang tahanan yang kabur dengan menjebol dinding di belakang kloset. Dari total 30 tahanan, separuhnya berhasil diamankan, sedangkan 15 orang yang satu sel dengan kloset tersebut melarikan diri,” ujar Hendri Umar.

Dari 15 tahanan yang kabur, tujuh di antaranya merupakan pelaku pencurian dengan pemberatan (curat), tiga pelaku curanmor, dua pelaku penggelapan, dan tiga lainnya kasus persetubuhan anak di bawah umur.

Hingga pukul 19.00 WITA, tim gabungan dari unit reskrim Polsek Samarinda Kota, unit jatanras, serta jajaran Polsek se-Kota Samarinda yang dibantu Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Kaltim, berhasil menangkap kembali enam orang tahanan.

“Dari enam orang yang sudah diamankan, dua merupakan pelaku curat, satu pelaku curanmor, satu kasus persetubuhan anak di bawah umur, dan dua pelaku penggelapan. Salah satunya bahkan menjadi otak dari pelarian ini,” ungkap Kapolresta.

Jebol Kloset dengan Pipa Besi Jemuran

Menurut hasil penyelidikan awal, para tahanan menggunakan pipa besi jemuran dan paku untuk mencongkel bagian kloset hingga membuat lubang pelarian. Aksi ini diketahui telah mereka rencanakan sejak Jumat sebelumnya.

“Pipa besi yang seharusnya untuk menjemur pakaian dipotong, dijadikan alat congkel. Rencana ini dibuat sejak dua hari lalu oleh salah satu tahanan yang sudah tertangkap,” tambahnya.

Polresta Samarinda kini terus melakukan pengejaran terhadap sembilan tahanan yang masih buron. Hendri Umar menyampaikan, seluruh jajaran kepolisian telah disiagakan di berbagai titik keluar-masuk kota, seperti terminal, pelabuhan, dan bandara.

“Kita sudah tempatkan personel di terminal Sungai Kunjang, Lempake, Samarinda Seberang, serta di pelabuhan dan bandara. Kami juga berkoordinasi dengan Polres Kukar, Polres Bontang, dan Polres Balikpapan untuk mengantisipasi pelarian keluar daerah,” jelasnya.

Warga Diminta Melapor Jika Temukan Tahanan Kabur

Salah satu tahanan bahkan sempat berusaha kabur ke Bontang menggunakan jasa travel, namun berhasil diamankan berkat koordinasi cepat antara unit reskrim dan pihak travel.

Hendri juga mengimbau masyarakat untuk turut membantu memberikan informasi apabila menemukan atau mengetahui keberadaan para tahanan yang melarikan diri.

“Kami mohon kerja sama masyarakat. Foto-foto para tahanan sudah kami sebarkan melalui babinkamtibmas, RT, dan RW setempat. Jika ada yang melihat, segera laporkan ke Polresta Samarinda,” tegas Hendri.

Sementara itu, seluruh tahanan yang berhasil diamankan telah dipindahkan ke Rutan Polresta Samarinda untuk menghindari insiden serupa. Polisi masih melakukan pendalaman untuk mengetahui kemungkinan adanya kelalaian petugas maupun bantuan dari pihak luar dalam aksi pelarian ini.