Liputan6.com, Jakarta - Sebanyak tujuh warga negara asing (WNA) dideportasi oleh Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Serang setelah terbukti melanggar izin tinggal di Indonesia. Proses deportasi dilakukan secara bertahap melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Ketujuh WNA tersebut terdiri atas tiga warga negara Myanmar, dua warga negara Vietnam, satu warga negara Laos, dan satu warga negara Filipina. Mereka masing-masing berinisial TU, SSH, CH, DHT, NGT, XL, dan HGM.
"Proses deportasi sudah dilakukan secara bertahap sejak tadi malam," ujar Kepala Kantor Imigrasi Serang Igak Artawan, Rabu (15/10/2025).
Advertisement
Igak juga mengatakan, tindakan pendeportasian dan penangkalan tersebut dilaksanakan sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian, sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga ketertiban dan kedaulatan wilayah negara dari pelanggaran izin tinggal oleh orang asing.
Berasal dari Negara Berbeda
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5381424/original/081305600_1760504650-IMG-20251015-WA0005.jpg)
Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Kantor Imigrasi Serang Maximilianus Kolbe Kristanto Lake mengatakan, ketujuh WNA asal empat negara berbeda itu ditangkap dalam operasi pengawasan keimigrasian di PT Deoworks Group Indonesia, Anyer, Banten pada 30 September 2025. Total, ada 9 WNA yang mengikuti pelatihan penjualan produk e-commerce di lingkungan perusahaan tersebut.
"Berdasarkan pengembangan laporan masyarakat, tim Inteldakim menemukan adanya aktifitas 9 WNA pemegang Paspor Taiwan, Laos, Filipina, Vietnam, dan Myanmar," kata Maximilianus.
Setelah dilakukan pendalaman, dari 9 WNA, 7 orang diduga melakukan aktifitas pelatihan penjualan produk kecantikan di lingkungan perusahaan tersebut menggunakan Ijin Tinggal yang tidak sesuai.
Â
Advertisement
Ditempatkan di Ruang Detensi Imigrasi
"Semestinya untuk bisa ikut kursus atau pelatihan mereka menggunakan visa kunjungan dengan index C9," kata Maximilianus.
Setelah ditangkap, tujuh WNA tersebut menjalani pemeriksaan lalu ditempatkan di Ruang Detensi Imigrasi Serang. Mereka kemudian dipulangkan ke negara asalnya secara bertahap.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5136323/original/018303500_1739855855-cek_fakta_keroncong.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306409/original/068173500_1784877920-cek_fakta_-_pendaftaran_CPNS.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5342869/original/054403100_1757402619-IMG-20250909-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471519/original/070085400_1782374653-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3245895/original/034449900_1600779706-PENANGKAPAN.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289600/original/065309500_1783409865-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301644/original/087929500_1784508450-trump_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257806/original/036653900_1781257253-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301596/original/087157300_1784500330-063_2286807575.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4786318/original/084826700_1711521270-GJmtYCIbgAAkw1f.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299963/original/007789300_1784281017-mainoo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3104854/original/092516000_1587109605-000_1Q35MK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5535295/original/004219900_1773977617-gianni.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303609/original/094591200_1784672116-AP26200776667216.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5188822/original/006176700_1744712084-image1__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292543/original/037522500_1783605399-849205.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3518326/original/045551900_1627000149-10112020-hil-bisnis-21-bandara-81__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8533793/original/008677900_1782467628-Jepretan_Layar_2026-06-23_pukul_16.51.00.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5519080/original/024908000_1772528981-Lokasi_penambangan_emas_ilegal_di_hutan_Mandailing_Natal.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8517036/original/045640100_1782442765-IMG-20260625-WA0064.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264100/original/084587400_1782091519-IMG-20260622-WA0008.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7967319/original/017371000_1780803881-Buronan.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7734498/original/009442500_1780540376-9.jpg)