Komplotan Rampok Menyamar Jadi Sales Satroni Rumah Warga di Tanggamus, Korban Nyaris Diperkosa

Mengenakan kemeja putih dan celana bahan hitam, tiga orang rampok menyatroni rumah warga di Pekon Banyu Urip, Wonosobo, Kabupaten Lampung.

Diterbitkan 08 Oktober 2025, 14:55 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Lampung - Komplotan perampok berjumlah tiga orang menyatroni rumah warga di Pekon Banyu Urip, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus, Lampung, Senin pagi (6/10/2025).

Untuk mengelabui warga, para pelaku berpura-pura sebagai sales dengan mengenakan kemeja putih dan celana bahan hitam. Begitu tiba di lokasi, mereka langsung masuk ke rumah tanpa izin.

Saat kejadian, rumah dalam keadaan sepi. Hanya ada seorang gadis belasan tahun yang berada di rumah karena anggota keluarga lainnya sedang pergi.

Para pelaku perampokan kemudian menyekap korban dan melakukan kekerasan seksual terhadapnya. Dua pelaku memegangi tangan korban, sementara satu orang lainnya menggeledah rumah dan membawa kabur perhiasan emas seberat 5 gram serta uang tunai.

Kakak korban, Trimadyo (30), mengatakan aksi itu terjadi sekitar pukul 09.00 WIB. Saat itu ia dan istrinya sedang menjenguk kakek mereka yang sakit di Pekon Sopoyono.

"Mereka masuk lewat pintu samping rumah. Kondisi sedang sepi karena kami ke rumah kakek. Adik saya sendirian di rumah," ujarnya, Rabu (8/10/2025).

Trimadyo menuturkan, para pelaku tidak hanya merampas harta benda, tetapi juga mencoba memperkosa adiknya dengan ancaman senjata tajam jenis badik.

"Adik saya sempat melawan, menendang dan berteriak hingga pelaku kabur," ungkapnya.

 

Kata Polisi

Akibat kejadian itu, korban mengalami trauma berat dan masih ketakutan.

"Kami belum membuat laporan resmi karena adik saya belum siap bicara, setiap ditanya pasti nangis," kata Trimadyo.

Dia berharap polisi segera menangkap pelaku karena peristiwa tersebut membuat warga sekitar resah.

Kapolres Tanggamus AKBP Rahmad Sujatmiko membenarkan adanya peristiwa dugaan perampokan itu.

Dia menyebut tim Satreskrim Polres Tanggamus dan Polsek Wonosobo sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pendampingan kepada keluarga korban.

"Benar, kami sudah lakukan olah TKP. Saat ini penyelidikan masih berjalan untuk mengungkap para pelaku. Mohon bersabar," kata Rahmad dikonfirmasi.