Korban Keracunan Bertambah Jadi 23 Siswa, Dapur MBG di Mamuju Ditutup Sementara

Pada hari yang sama saat puluhan siswa di dua sekolah diduga mengalami keracunan MBG.

OlehFauzan
Diterbitkan 25 September 2025, 15:54 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Jumlah siswa yang diduga mengalami keracunan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Tapalang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, bertambah menjadi 23 orang. Dapur yang memproduksi menu MBG untuk siswa pun ditutup sementara.

Kepala Dinas Kesehatan Mamuju, Sita Harit Ibrahim, membenarkan jumlah siswa yang dirawat kini mencapai 23 orang. Ia juga menerangkan bahwa dua korban yang sebelumnya dikabarkan kritis kondisinya sudah membaik.

"Keduanya sudah dalam kondisi baik, namun masih dalam perawatan," kata Sita, Kamis (25/9/2025).

Sisa Makanan Penyebab Keracunan Diteliti

Sementara itu, Koordinator MBG Sulawesi Barat, Hasri, mengungkapkan bahwa dapur MBG yang memproduksi makanan untuk siswa SD Negeri Taan Galung dan SMP Negeri 1 Tapalang hingga diduga menyebabkan keracunan kini ditutup sementara.

“Dapur tutup sementara,” kata Hasri terpisah.

Saat ini, pihaknya juga telah mengambil sampel makanan yang dikonsumsi para siswa untuk diperiksa di laboratorium Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kabupaten Mamuju.

“Korban sudah berangsur membaik, tinggal menunggu hasil uji lab dari BPOM,” ujarnya.

Gubernur Minta Siswa Teliti Sebelum Konsumsi Menu MBG

Sebagai informasi, pada hari yang sama saat puluhan siswa di dua sekolah diduga mengalami keracunan MBG, Gubernur Sulbar Suhardi Duka meninjau pelaksanaan program MBG di SMA Negeri 1 Kalukku dan memastikan kualitas makanan yang diterima siswa tetap aman dan bergizi.

“Setelah saya lihat, makanannya cukup steril, tidak basi, dan memenuhi standar gizi. Ada ayam, tahu, pisang, susu, dan nasi,” kata Suhardi Duka dalam keterangan tertulisnya, Rabu (24/9).

Suhardi Duka juga berpesan agar siswa dan pihak sekolah lebih teliti sebelum mengonsumsi makanan.

“Kalau makanannya basi atau tidak steril, lebih baik jangan dimakan daripada menimbulkan sakit. Saya yakin guru dan kepala sekolah akan memperhatikan hal ini agar MBG di Sulbar berjalan sesuai harapan Presiden,” ujarnya.