Buset! Keracunan Massal Akibat Makan Bergizi Gratis di Cipongkor Kabupaten Bandung Terjadi Lagi

Sebelumnya ratusan siswa di Cipongkor Bandung Barat mengalami keracunan massal akibat Makan Bergizi Gratis hingga pemkab setempat menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB).

Diperbarui 24 September 2025, 13:21 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Bandung Barat - Keracunan massal akibat Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Cipongkor Bandung Barat, terjadi lagi pada Rabu (24/9/2025). Kali ini, keracunan massal terjadi dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG yang berbeda dari sebelumnya.

Kepala Puskesmas Cipongkor Yuyun Sarihotimah mengatakan, keracunan MBG menimpa siswa SMK Karya Perjuangan, Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat. Namun, belum dapat dipastikan jumlah korban yang mengalami keracunan makanan tersebut.

"Betul sudah ada laporan baru muncul kasus keracunan imbas MBG lagi. Korban siswa SMK Karya Perjuangan. Sementara 4 orang yang sudah dibawa ke Kecamatan," ucap Yuyun saat dikonfirmasi.

Yuyun mengatakan, pihaknya belum memberikan keterangan rinci terkait peristiwa tersebut. Namun, makanan MBG berasal dari dapur MBG berbeda dari kasus sebelumnya, yang terjadi pada Senin (22/9/2025).

"Untuk kasus baru ini berasal dari dapur berbeda. Karena dapur MBG ini masih beroperasi," katanya.

Untuk saat ini, Gedung GOR Kecamatan Cipongkor masih dijadikan posko utama penampungan para korban keracunan sajian MBG. Yuyung mengungkapkan, hingga saat ini masih ada korban yang datang ke posko utama tersebut.

"Kami telah mendirikan beberapa posko pelayanan untuk menampung dan menangani para korban. Korban masih terus berdatangan," jelasnya. 

 

Tetapkan Status Kejadian Luar Biasa

Sebelumnya, ratusan siswa Paud hingga SMK di Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat, keracunan akibat mengkonsumsi MBG paca Senin (22/9/2025) lalu. Saat ini dapur tersebut telah diberhentikan sementara oleh Pemerintah Kabupaten Bandung Barat.

"Jadi sekarang juga kita sudah menetapkannya sebagai statusnya KLB, kejadian luar biasa, supaya penangannya lebih cepat dan juga lebih menyeluruh seperti itu,” kata Jeje, Selasa (23/9/2025).

Saat ini Pemkab Bandung Barat bersama instansi terkait juga tengah melakukan investigasi terhadap dapur yang menghidangkan masakan tersebut. Bahkan ia menutup sementara dapur yang ada di Kecamatan Cipongkor.

“Karena mulai dari perizinan, kemudian standarisasi pengelolaan makanan itu harus kita cek. Kalau memang belum layak ya kita harus melakukan perbaikan. Dan khusus untuk dapur di Cipongkor ini kita tutup dulu untuk kita lakukan investigasi,” ucap Jeje.