Pengakuan Pelajar di Cipongkor KBB Sebelum Konsumsi Menu MBG: Makanannya Kecium Bau

Pengakuan salah satu orang tua murid, anaknya mengalami pusing, mual dan muntah usai menyantap MBG dengan menu ayam kecap.

Diperbarui 23 September 2025, 11:33 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Ratusan pelajar SD, Mts, SMP dan SMK di Cipongkor Kabupaten Bandung Barat diduga mengalami keracunan usai menyantap menu makan bergizi gratis (MBG). Pengakuan salah satu orang tua murid, anaknya mengalami pusing, mual dan muntah usai menyantap MBG dengan menu ayam kecap.

"Ini mah mual, muntah, sesak," ujar Maesaroh, orang tua murid yang anaknya menjadi korban keracunan, saat ditemui di Kecamatan Cipongkor, Selasa (23/9) dini hari.

Kronologi Pelajar Keracunan

Maesaroh mengatakan, putrinya langsung dibawa ke Kecamatan Cipongkor pada Senin malam sekitar pukul 22.00 WIB dari pesantren tempat anaknya belajar. Info yang diterima Maesaroh, selain anaknya ada 18 siswa lain di pesantren tersebut yang mengalami keracunan diduga usai menyantap MBG.

“Saya itu ditelepon, diminta ke sini oleh pihak pesantren. Iya katanya dari makanan. Udah ada, saya ke sini sekitar jam 23.00 WIB,” ujar dia.

Menu MBG yang Diterima Tercium Bau

Pengakuan pelajar lainnya, paket makanan yang mereka terima diduga sudah dalam kondisi tidak layak konsumsi saat diterima siswa.

"Kami tadi sempat wawancara dengan korban, saya ikut periksa tadi anak SMA, jadi pasti begitu makanan di makan, itu sudah kecium bau," jelasnya.

Korban Keracunan 300-an Orang

Para pelajar sudah mendapatkan perawatan di sejumlah tempat. Sampai Senin malam (22/8/2025) pukul 23.56 WIB, korban keracunan mencapai 301 orang.

Sebanyak 116 murid dilarikan ke Puskesmas Cipongkor, 13 orang dibawa ke Bidan Desa Sirnagalih, 27 orang dibawa ke RSUD Cililin, 127 orang ke Posko Kecamatan Cipongkor dan sebanyak 18 orang di RSIA Anugrah.

Kepala Desa Karang Sari Ade Bahtiar mengatakan, pihak Puskesmas Cipongkor terus menerima pasien siswa yang diduga keracunan sejak siang. Hingga malam, jumlahnya terus bertambah.

Reporter: Robby Bouceu/merdeka.com