Kesaksian Korban Selamat Aksi Penyerangan dan Pembakaran di Yalimo Papua

Aparat keamanan menemukan seorang sopir bernama Muhamad Rusli, 52 tahun yang berjalan lemas di Jalan Trans Yalimo Wamena, Kamis (18/9/2025). Rusli kemudian dievakuasi ke Elelim, ibu kota Kabupaten Yalimo.

Diperbarui 19 September 2025, 21:59 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Wamena - Aparat keamanan menemukan seorang sopir bernama Muhamad Rusli, 52 tahun yang berjalan lemas di Jalan Trans Yalimo Wamena, Kamis (18/9/2025). Rusli kemudian dievakuasi ke Elelim, ibu kota Kabupaten Yalimo.

Rusli menjadi salah satu korban selamat dalam aksi pembakaran Camp PT Paesa di Kampung Wara Distrik Eleleim Yalimo. Aksi pembakaran camp bersamaan dengan amuk massa saat kerusuhan di Elelim pada 16 September 2025.

Rusli berkisah, pada hari kerusuhan terjadi, sekitar pukul 16.00 WIT, dia sedang makan di warung makan yang berada di Camp PT Paesa. Saat makan, ada warga yang menyampaikan bahwa telah terjadi keributan di Elelim, maka akan ada evakuasi kepada seluruh karyawan PT Paesa ke Jayapura.

“Namun belum sempat kita kumpul semua, tiba-tiba datang beberapa OTK (orang tak dikenal) dengan membawa alat tajam dan mulai menyerang sejumlah orang, termasuk saya,” katanya saat memberikan keterangan di kepolisian.

Rusli berusaha lari dan menghindar dari serangan OTK. Dia berhasil melarikan diri ke arah hutan bersama 2 orang lainnya.

 

Jejak Korban yang Hilang

Rusli mengaku sempat melihat Nasir Daeng Mappa (sopir yang sampai saat ini belum ditemukan) ikut lari bersama anaknya ke tepi sungai, namun Nasir dihadang oleh OTK.

“Karena saya ketakutan, saya terus berlari menuju hutan sampai posisi dekat sungai di bawah yang cukup jauh dari camp PT Paesa. Disitu saya sembunyi dan ditemukan hari ini,” kata dengan nada bergetar.

Dalam kejadian itu, OTK juga membakar habis sejumlah kendaraan dan bangunan Camp PT Paesa.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Cahyo Sukarnito menyampaikan dalam olah TKP di Camp PT Paesa, tidak terdapat seorang pun yang ada di sekitar TKP. Banyak kendaraan truk yang penuh dengan muatan yang ditinggalkan oleh sopirnya.

“Dalam pengecekan itu, personel juga tak menemukan saudara Nasir Daeng Mappa alias Bapak Dila. Namun tim menemukan jejak kaki yang menuju ke sungai,” kata Cahyo, Jumat (19/9/2025).

Berikut temuan dalam olah TKP:

  • Kantor PT Paesa hangus terbakar.
  • Dapur dan ruang makan hangus terbakar.
  • Enam unit truk dibakar
  • Dua unit truk dirusak
  • Empat mobil Triton dibakar
  • Satu motor dibakar
  • Empat alat berat dibakar
  • Tujuh unit alat berat dirusak
  • Satu unit mesin injektor dan kompresor dibakar
  • Tiga belas molen dirusak
  • Satu unit engkol listrik dibakar