11 Menit Mengerikannya Pegawai BPS Dibunuh Teman Kantor, Diikat Lakban dan Dibekap Bantal

Aksi sadis pegawai Badan Pusat Statistik (BPS) berinisial AH (27) membunuh rekan kerjanya, Tiwi (30) di Halmahera Timur, Maluku Utara, berlangsung selama 11 menit. Hal ini diungkapkan oleh Kapolsek Maba Selatan Ipda Habiem Ramadya.

Diperbarui 14 Agustus 2025, 15:08 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Aksi sadis pegawai Badan Pusat Statistik (BPS) berinisial AH (27) membunuh rekan kerjanya, Tiwi (30) di Halmahera Timur, Maluku Utara, berlangsung selama 11 menit. Hal ini diungkapkan oleh Kapolsek Maba Selatan Ipda Habiem Ramadya.

"Kalau meninggalnya korban itu, meninggalnya dibunuh dengan bantal. Jadi bantal itu dibekap ke mukanya si korban, pakai tangan terus ditambah lagi, ditindih pakai lutut gitu," kata Habiem saat dihubungi, Kamis (14/8).

"Sampai kehilangan napas itu kurang lebih 11 menitan lah. Sampai dia bisa, dia pastikan meninggalnya 11 menit katanya," sambungnya.

Searching di Google

Usai membunuh, pelaku sempat mencari tahu di Google mengenai ciri-ciri orang yang telah meninggal dunia.

"Jadi dia memastikan si korban meninggal, malah dia nge-browsing di Google. dia cari tanda-tanda orang baru meninggal. tanda-tanda orang baru meninggal. Kan salah satu tandanya kan seperti ada persendian yang kaku. Jadi dia udah di-searching, dia coba dirasain dulu, oh jari-jari udah mulai kaku, berarti udah meninggal," ujarnya.

Pelaku Ikat Korban

Sebelum membekap wajah korban dengan bantal, terduga pelaku lebih dulu mengikat tangan, kaki hingga menutup mulut korban dengan lakban. Saat itu, korban sempat melakukan perlawanan.

Hal itu dilakukan terduga pelaku usai korban mandi. Kemudian, korban dicekik hingga dijatuhkan serta dilakukan pengancaman.

Sehingga, korban yang sempat melakukan perlawanan akhirnya berhenti untuk melawan.

"Kemudian karena korban ini takut, terus ya korban ini menurut dia dibawalah ke kamar. Jadi itu tanggal 18 itu, subuh sekitar jam 3 pagi. Dari situ, dia langsung lakban mulutnya si korban," sebutnya.

"Jadi kan awal mulanya ini kan, dia belum diikat semuanya, baru mulut doang. Baru mulut doang yang dilakban. Dari situlah, dia melakukan tindakan-tindakan tidak senonoh terhadap korban, dia memaksa korban meminta, meminta password handphone-nya, password, m-banking, dan sebagainya. Setelah dia memastikan ada saldo di rekeningnya," sambungnya.

Alasan Habisi Nyawa Korban

Ternyata, mulut yang terlakban dan tangan serta kaki terikat dialami korban selama 12 jam. Hingga akhirnya korban dibunuh pada 19 Juli 2025 sekira pukul 05.22 WIT.

Pelaku khawatir aksinya bakal terbongkar jika korban dilepaskan. Sehingga, hal ini yang juga menjadi alasan terduga pelaku nekat membunuh korban.

"Kalau keterangannya tersangka iya (tidak dikasih makan minum). Karena waktu dia mau ditawari minum, dia enggak mau juga nolak. Jadi kemungkinan besar dia lemes malam itu, makannya kan waktu dia bekap itu sekitar 3 menit udah lemes. Habis itu dia pastikan meninggal itu 11 menit, kalau keterangannya tersangka," pungkasnya.

 

Reporter: Nur Habibie