Didemo Besar-besaran Ribuan Warga Pati, Bupati Sudewo Bilang Begini

Bupati Sudewo Respons Demo Ribuan Warga Pati: Mudah-mudahan yang Terakhir

Diperbarui 13 Agustus 2025, 16:03 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Bupati Pati, Sudewo, angkat bicara terkait demo ribuan warga yang memintanya mundur. Ia berharap itu adalah kejadian yang terakhir.

Sebelumnya, aksi demonstrasi warga di Alun-Alun Kota Pati di depan pintu masuk Pendopo Kabupaten Pati, Rabu (13/8/2025), berujung ricuh. Kericuhan dimulai saat massa aksi melempari Pendopo Kabupaten Pati menggunakan air mineral.

Aksi massa semakin tak terkendali saat massa yang memanas tak jua ditemui Bupati Pati Sudewo.

Pantauan Liputan6.com di lokasi, satu mobil dinas Polres Grobogan dikabarkan dibakar massa. Kericuhan ini meluas. Sebelumnya, emak-emak sambil bawa anak juga ikut demo. Mereka mengira demo di Pendopo Kabupaten Pati tersebut berlangsung damai. Saat kepanikan terjadi, banyak balita dan anak-anak pingsan.

Penyebab kericuhan dimulai ketika tuntutan massa agar Bupati Pati Sudewo datang, tidak terpenuhi.

Tak lama kemudian, Bupati Pati Sudewo akhirnya muncul di tengah demonstran. Dengan catatan, massa aksi tidak melakukan kontak fisik selama bupati menyampaikan pesannya.

Namun belum lama dirinya keluar, massa aksi langsung melemparinya dengan berbagai benda, sehingga akhirnya dievakuasi aparat keamanan menggunakan kendaraan taktis.

Terkait aksi demonstrasi, Bupati Sudewo mengatakan, "Jangan sampai terprovokasi oleh siapapun. Jadi, Kabupaten Padi ini adalah milik semuanya, milik semua warga," kata Sudewo.

"Dengan kejadian yang semacam ini, ini saya harapkan menjadi pembelajaran semua warga Kabupaten Pati dan pembelajaran bagi saya. Mudah-mudahan ini adalah kejadian yang terakhir, tidak akan terulang lagi. Supaya pembangunan berjalan secara lancar, memberikan pelayanan kepada masyarakat secara lancar," tambahnya.

 

 

Hak Angket Pemakzulan Bupati Pati

Sebelumnya perwakilan massa berhasil menduduki Gedung DPRD Pati usai ratusan ribu masyarakat tumpah yang menggelar demo besar-besaran, hari ini Rabu (13/8/2025), menuntut Bupati Sudewo mundur.

DPRD Pati juga telah sepakat mengusulkan pembentukan pansus pemakzulan Bupati Pati.

Ketua DPRD Pati, Ali Badrudi, akhirnya mengetok untuk membuat hak angket mengenai usulan pembentukan pansus pemakzulan Bupati Pati, Sudewo.

"Rapat paripurna mengenai tentang kebijakan Bupati Pati. Pengembangan pada saat terbentuk pansus untuk mengusut kebijakan Bupati Pati," katanya.

Sementara itu, Ketua Fraksi PKS Narso kepada wartawan mengatakan, ada alasan mengajukan pemakzulan. Seperti polemik pengisian direktur rumah sakit dan soal anggaran.

"Pengisian direktur Rumah Sakit Soewondo dan pergeseran anggaran 2025," kata Narso.

 

5 Tuntutan Demonstran

1. Menuntut Bupati Sudewo mundur dari jabatan.

2. Menolak penerapan lima hari sekolah.

3. Menolak renovasi Alun-alun Pati dengan anggaran Rp2 miliar.

4. Menolak pembongkaran total Masjid Alun-alun Pati yang bersejarah.

5. Menolak proyek videotron senilai Rp1,39 miliar.

Â