Bullying Kembali Terjadi, 3 Siswa SMA Favorit di Banyuwangi Dikeroyok Seniornya

Bullying masih terjadi di Dunia pendidikan. Dari Banyuwangi dikebarkan, tiga Siswa SMA menjadi korban pengeroyokan seniornya.

Diperbarui 02 Agustus 2025, 14:11 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Tiga pelajar SMA Negeri di Kabupaten Banyuwangi diduga menjadi korban pengeroyokan dari kakak kelasnya.  Dua korban merupakan pelajar kelas 11, sedangkan satu korban lagi masih duduk dibangku kelas 10 sekolah yang sama.

Akibat perbuatan itu, korban mengalami luka lebam pada mata kiri, kepala dan keluar darah pada hidungnya. Atas kejadian yang menimpa anak tersebut, orang tua korban tidak terima dan melaporkan kasus itu ke Polresta Banyuwangi pada Rabu dini hari (30/7/2025). 

Moch. Ihrom, salah satu orang tua korban menjelaskan pengeroyokan yang menimpa anaknya terjadi pada Selasa 29 Juli sekitar  jam 3 sore, saat anaknya pulang sekolah mampir di salah satu warung yang berada di jalan teratai Kelurahan Banjarsari.

Di warung tersebut, korban membeli rokok eceran, namun tiba tiba ada kakak kelas yang menghampiri dan langsung marah melihat korban merokok dengan memakai seragam sekolah. 

"Tak hanya marah marah, anak saya langsung dipukul dua sampai tiga kali di bagian mata dan kepala," ungkapnya Sabtu ( 2/8/2025).

Tidak berhenti di situ. Seolah merasa kurang puas memukul korban di warung, pelaku menggiring korban menuju rel kereta api yang lokasinya di lingkungan Watubuncul, Kelurahan Boyolangu. 

Sampai di lokasi yang sepi tersebut, pelaku memanggil 10 orang temannya untuk beramai ramai mengeroyok korban. 

 “Di sana ada satu adik kelas  yang juga dipukul jadi jumlahnya tiga" terangnya. 

Pihak Sekolah Harus Tanggung Jawab

Kasus pengeroyokan ini telah dilaporkan ke Unit Pidana Umum (Pidum) Polresta Banyuwangi. Langkah itu terpaksa dilakukan orang tua korban karena luka yang dialami anaknya parah. Selain itu agar kasus bullying ini tidak terjadi lagi di sekolah yang notabene favorit di Banyuwangi.

Hingga berita ini ditayangkan, pihak sekolah belum bisa memberikan penjelasan mengenai kejadian tersebut.  

Sementara itu, Wakil Ketua DPR Banyuwangi, Siti Mafrobatin Nikma menyayangkan atas kejadian tersebut. Pihaknya mendesak agar pihak sekolah untuk menyelesaikan kasus tersebut.

"Sangat disayangkan tindakan pengeroyokan seperti ini. Apalagi ini dilakukanya di luar jam sekolah. Saya harap pihak sekolah  menyelesaikan kasus ini," tegas Nikma panggilan akrabnya.

Nikmah mendukung orang tua yang melaporkan tindakan bullying yang menimpa anaknya. Karena ini merupakan pelanggaran yang cukup berat. Dia berharap langkah ini bisa memberikan pelajaran bagi pelaku, orang tua pelaku dan pihak sekolah.

"Ya siapa yang tidak marah anaknya dipukul. Tapi saya berharap ini bisa diselesaikan dengan kekeluargaan karena baik pelaku maupun korban masih katagori di bawah umur,” tutupnya.