Kronologi Hilangnya Pegawai Koperasi Lampung usai Tagih Utang hingga Ditemukan Mengambang di Sungai

Keyakinan keluarga karena baju yang menempel di tubuh mayat itu mirip dengan yang dipakai Pandra terakhir kali.

Diperbarui 31 Juli 2025, 16:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Misteri hilangnya Pandra (21), pegawai koperasi simpan pinjam, saat menagih utang di Kecamatan Natar, Lampung Selatan, akhirnya terkuak. Keluarga memastikan jasad pria mengapung di sungai merupakan Pandra.

Kepastian itu disampaikan oleh Andi Haidar, paman korban, saat ditemui di Rumah Sakit Bhayangkara Polda LampungR, Kamis (31/7/2025).

Identifikasi awal berdasarkan pakaian yang dikenakan korban saat terakhir kali terlihat.

"Kalau dari ciri-ciri pakaiannya, itu sama seperti yang dipakai saat ke luar rumah untuk menagih. Lokasi penemuannya juga tidak jauh, sekitar satu kilometer dari rumah nasabah yang terakhir dikunjungi," ungkap Andi.

Andi bilang, jasad tersebut ditemukan warga yang ikut serta membantu proses pencarian sejak korban dilaporkan hilang. Penemuan dilakukan Kamis pagi di pinggiran Sungai Desa Haduyang, Kecamatan Natar.

"Jasad ditemukan dalam kondisi mengapung. Tapi sampai saat ini saya belum melihat langsung jenazahnya karena masih ditangani di rumah sakit," tutur dia.

Hilang Sejak Minggu Malam

Pandra diketahui hilang sejak Minggu malam (27/7/2025). Keluarga dan warga sekitar kemudian melakukan pencarian secara mandiri sebelum akhirnya menerima kabar adanya penemuan jenazah yang ciri-cirinya mengarah pada korban.

"Kami belum bisa melihat wajahnya secara jelas karena posisi jasad mengapung dan sebagian tertutup. Tapi informasi dari keluarga, pakaian yang dikenakan sangat identik," kata Andi.

Hingga kini, pihak keluarga masih menunggu proses identifikasi lanjutan dari kepolisian untuk memastikan secara resmi identitas jenazah.

Sebab Kematian Korban

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Lampung, Komisaris Besar Indra Hermawan, membenarkan adanya penemuan jasad tersebut. Namun, ia belum dapat memastikan identitas korban.

“Kita belum bisa simpulkan siapa korban. Proses identifikasi masih berlangsung,” kata Indra kepada Liputan6.com.

Dia melanjutkan, jasad korban akan dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Lampung untuk keperluan autopsi dan identifikasi lebih lanjut oleh tim forensik.

“Kami sudah melakukan olah TKP bersama tim Inafis. Hasil autopsi akan menentukan apakah benar korban adalah pegawai koperasi yang hilang,” terang dia.