Nahkodai HA IPB Jabar, Agus-Susan Ajak Alumni IPB Kuatkan Ketahanan Pangan

Sebentar lagi IPB akan buka prodi kecerdasan buatan, prodi smart agriculture, dan lainnya, kenapa demikian? agar petani kita maju, kalau petani bertahan dengan yang ada saat ini ya begitu begitu saja sampai kapan pun.

Diperbarui 20 Juli 2025, 20:11 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Bandung Pasangan Agus Masykur Rosyadi-Susan Kustiawan, terpilih secara aklamasi menjadi Ketua dan Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Alumni Institut Pertanian Bogor (DPD HA IPB) Jawa Barat (Jabar) masa bakti 2025-2029. Keduanya meneruskan kepemimpinan Amas Wijaya- Asep Kayudin masa bakti 2021-2025.

“Kita ingin guyub, ngarangkul tur alakur (Bersama, merangkul dan tetap berdamai) , ini tagline kami untuk empat tahun ke depan,” ujar Ketua DPD Ha IPB Jabar Agus Masykur Rosyadi, dalam sambutannya perdana, selepas dikukuhkan sebagai ketua DPD HA IPB Jabar di Aula Gedung Perhutani Jawa Barat, Sabtu (19/7/2025).

Ia menyatakan kehadiran seluruh pengurus DPD dan Dewan Pengurus Cabang (DPC) kota/Kabupaten dalam Musyawarah Daerah (Musda) HA IPB Jabar, dibutuhkan untuk kembali menguatkan pengabdian seluruh alumni di tatar pasundan, dalam memajukan daerahnya masing-masing.

“Program kami tidak banyak, sebab bukan organisasi yg dibiayai pemerintah, kita adalah paguyuban, yang memberikan ruang bagi anggota untuk berkembang, makanya kami ajak seluruh DPC untuk lebih berkiprah,” ujar Wakil Bupati Subang itu menegaskan.

Hal senada disampaikan Sekretaris Umum DPD HA IPB Jabar Susan Kustiawan. Menurutnya, sudah saatnya seluruh alumni IPB di Jawa Barat, bahu membahu saling memajukan daerahnya dengan kiprahnya masing-masing di Jawa Barat.

“Kita jangan kalah dengan alumni ITB, UPI, Unpad dan lainnya di Jawa Barat, bagaimana kita bisa mewarnai itu sehingga tidak dipandang sebelah mata,” ujar dia.

Dengan kepengurusan baru, ia berharap seluruh struktur kepengurusan di wilayah mampu berkolaburasi dengan kepengurusan DPC di seluruh Jawa Barat.

“Minimal ada dua program kerja tiap DPC, kalau DPD kan tidak punya pasukan yang punya pasukan adalah DPC, bagaimana agar DPC bisa aktif di tiap daerah sebagai mitra Pemdanya masing-masing,” ujar dia.

Rektor IPB Prof. Arif Satria menyatakan, untuk menarik minat masyarakat Indonesia dan dunia internasional, kalangan rektoran IPB terus berinovasi menghasilkan lulusan terbaik, termasuk menghadirkan jurusan dan program studi yang  sesuai kebutuhan jaman.

“Saat kami melaunching prodi kedokteran tidak sedikit yang tidak percaya, kini kedokteran kami sudah masuk 10 terbaik di Indonesia,” kata dia.

Tidak hanya itu, hadirnya kecerdasan buatan mematik seluruh akademisi kampus berlomba menghasilkan lulusan yang melek dengan kemajuan jaman itu.

“Sebentar lagi IPB akan buka prodi kecerdasan buatan, prodi smart agriculture, dan lainnya, kenapa demikian? agar petani kita maju, kalau petani bertahan dengan yang ada saat ini ya begitu begitu saja sampai kapan pun,” ujar dia.

Ketua Umum DPP HA IPB Walneg S. Jas menambahkan, sebagai lulusan salah satu kampus terbaik negeri, seluruh alumni IPB memiliki peluang besar untuk sukses di wilayahnya masing-masing.

“Banyak tokoh alumni yang menjadi pemimpin tidak hanya di pemerintahan tapi juga di sektor lainnya, hal inilah yang bisa menjadi pelecut alumni lainnya,” ujar dia.

Tidak hanya itu, kecerdikan membaca peluang yang ditawarkan bisa menjadi jalan menuju sukses. Ia mencontohkan hadirnya program pemerintah Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo, bisa menjadi jalan bagi alumni berkiprah.

“Ayo IPB ditawari hingga 200 titik di seluruh Indonesia sesuai dengan jumlah DPC yang sudah terbentuk, berani gak untuk mendaftar?,” ujar dia mengajak alumni lainnya untuk bergabung.