Dari Kebun Meutuah, Teungku Inong Menabur Dakwah Ekologi

Hadirnya peran Teungku Inong atau ulama perempuan sebagai pendakwah lingkungan hidup di tengah jamaah dan masyarakatnya membawa pesan positif dalam penyelamatan ruang hidup di Kawasan Ekosistem Leuser Aceh.

Diperbarui 20 Juli 2025, 22:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Aceh - Dayah Diniyah Darussalam membangun Kebun Meutuah, sebuah kebun ekologi yang menjadi sarana praktik langsung bagi para santri. Inisiatif ini merupakan bagian dari program pendidikan lingkungan hidup yang dibimbing oleh Teungku Inong, ulama perempuan binaan Yayasan HAkA (Hutan, Alam, dan Lingkungan Aceh), pada Jumat (18/7/2025).

Peran Teungku Inong sebagai pendakwah perempuan dalam isu lingkungan hidup membawa angin segar bagi penyelamatan ruang hidup, khususnya di kawasan penting seperti Kawasan Ekosistem Leuser (KEL), Aceh.

Kebun Meutuah bukan sekadar kebun biasa, melainkan ruang belajar bagi para santri untuk hidup mandiri dan turut serta dalam menjaga kelestarian alam.

"Kita mendidik santri bukan hanya dari atas mimbar, tetapi juga melalui dakwah bil hal, dakwah melalui aksi. Isu lingkungan harus diperkenalkan sejak dini," ujar Teungku Inong Masni.

Kegiatan berkebun di lingkungan pesantren ini berkembang menjadi lebih luas. Para santri kini tidak hanya belajar menanam, tetapi juga membudidayakan lele, mengolah sampah plastik, serta memproduksi cenderamata seperti cup kopi dan hiasan tangan secara kreatif untuk dijual. Semua kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran mandiri yang membumi.

Upaya ini menjadi bagian dari kampanye hijau yang konsisten dilakukan oleh para ulama perempuan di Aceh, khususnya di lingkungan pendidikan dayah. Nilai-nilai ekologi ditanamkan sejalan dengan pendidikan agama, menciptakan generasi santri yang peduli terhadap keberlanjutan bumi.

Inisiatif seperti Kebun Meutuah membuktikan bahwa ilmu agama dan aksi nyata pelestarian lingkungan bisa berjalan beriringan, memberikan manfaat tidak hanya bagi manusia, tetapi juga bagi seluruh ekosistem.

A.Baizalwi