Sekolah Rakyat Solo Disorot Komisi VIII DPR, Kekurangan Fasilitas Cuci Pakaian dan Lab Komputer

Kunjungi Sekolah Rakyat Menengah Atas 17 Solo, Komisi VIII DPR RI menyoroti sejumlah kurangnya fasilitas di sekolah tersebut, di antaranya belum ada tempat cuci pakaian hingga fasilitas laboratorium komputer yang masih nihil.

Diperbarui 17 Juli 2025, 15:11 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Solo - Komisi VIII DPR RI meninjau pelaksanaan Sekolah Rakyat Menengah Atas 17 Solo yang berdiri di Sentra Terpadu Prof Dr Soeharso, Jebres, Solo pada Rabu (16/7/2025). Dalam kunjungan kerjanya itu, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Abdul Wachid menyoroti belum adanya tempat untuk mencuci baju di sekolah asrama tersebut.

Kedatangan rombongan anggota Komisi VIII DPR RI yang dipimpin oleh Abdul Wachid untuk melihat dari dekat kegiatan Sekolah Rakyat yang baru masuk perdana pada Senin lalu. Lantas, peninjauan yang dilakukan hari ini menyasar Sekolah Rakyat Menengah Atas yang salah satunya ada di Kota Solo, yakni Sekolah Rakyat Menengah Atas 17 Solo.

“Hari ini, alhamdulillah yang kita tinjau Sekolah Rakyat yang SMA, SMA 17. Ini kami lihat tadi secara langsung anaknya memang aduh, memang saya lihat anaknya benar-benar kurang mampu ya. Mereka sangat senang sekali dengan fasilitas yang ada, baik itu sekolahannya, fasilitas tempat tidurnya, makannya sangat senang sekali,” kata Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Abdul Wachid di Solo, Rabu (16/7/2025).

Dalam kunjungan kerjanya itu, Abdul Wachid juga mengamati bahwa Sekolah Rakyat Menengah Atas 17 Solo itu masih memiliki sejumlah kekurangan fasilitas. Setelah keliling meninjau komplek sekolah rakyat yang menempati area Sentra Terpadu Prof Dr Soeharso milik Kementerian Sosial itu ternyata belum dilengkapi dengan tempat untuk mencuci pakaian bagi para siswa.

“Jadi kami melihat masih ada kekurangan dan kekurangan ini nanti kita sempurnakan, terutama saya lihat tadi belum ada tempat untuk nyuci karena kita melatih untuk anak-anak bisa mandiri biar tidak menunggu. Kalau dulu mungkin di rumah mungkin nunggu ibunya yang nyuci, kalau sekarang harus mandiri nyuci sendiri tapi fasilitas itu belum ada,” ujar dia.

Belum Ada Laptop

Oleh sebab itu, pihaknya meminta kepada Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial untuk segera melengkapi fasilitas tempat mencuci bagi siswa di lingkungan asrama Sekolah Rakyat. “Kami minta ke Pak Dirjen Rehabsos untuk disiapkan, ruangannya masih ada,” sebutnya.

Selain fasilitas tempat mencuci pakaian, Abdul Wachid juga menyoroti belum tersedianya fasilitas laboratorium komputer di Sekolah Rakyat Solo. Ia pun mencoba membandingkan dengan Sekolah Rakyat lainnya di Bekasi yang sudah difasilitasi laboratorium hingga disediakan fasilitas notebook untuk para siswa.

“Yang juga belum ada kaitannya dengan (fasilitas Sekolah Rakyat) beda yang kemarin, saya lihat di Bekasi yaitu laptop belum ada tersedia. Saya lihat yang belum ada terkait dengan laboratorium, laborat untuk komputer saya lihat belum tersedia alatnya. Jadi ini nanti kita akan diskusikan, anggaran akan kita support dari Kementerian Sosial untuk segera dianggarkan,” katanya.