Atasi Macet, Dedi Mulyadi Dorong Transportasi Publik Terintegrasi di Jawa Barat

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi mendorong pembangunan transportasi publik yang terintegrasi di Jawa Barat. Hal itu untuk mengatasi kemacetan, salah satunya di Kota Bandung.

Diterbitkan 14 Juli 2025, 18:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Bandung - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat tengah merencanakan pembangunan transportasi publik yang terintegrasi, terutama di Kota Bandung

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengeklaim transportasi publik menjadi salah satu solusi untuk mengatasi kemacetan. Sebagaimana diketahui, Kota Bandung menjadi kota termacet di Indonesia menurut survei TomTom Index 2024. 

"Solusinya adalah transportasi publik, dan harus terintegrasi karena Jawa Barat itu kan terdiri dari kabupaten/kota. Setiap kabupaten/kota ini wilayah otonom yang punya keputusan sendiri-sendiri," ucap Dedi di Bandung pada Jumat, 11 Juli 2025.

Saat ini, klaim Dedi, para bupati dan wali kota di Jawa Barat kompak dalam berkolaborasi mencari solusi masalah di masing-masing daerah.

"Baru kali ini nih bupati dan wali kotanya kompak, terorkestrasi. Nah kita sudah punya rancangan kita sudah bicara dengan Kemenhub, sudah berkirim surat dengan Kemenhub, rincian biaya sudah disampaikan," katanya.

Meski demikian, Dedi menuturkan bahwa rancangan transportasi itu masih berupa usulan.

"Mudah-mudahan usulan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Bappenas sudah menyetujui program transportasi publik dengan nilai investasi hampir Rp22 triliun itu bisa terealisasi. Tetapi ini baru usulan, dan baru hasil penghitungan konsultan," imbuhnya.

Sebab, kata Dedi, realisasi dari usulan tersebut perlu menunggu keputusan dari pemerintah pusat.

"Nah, realisasinya ya kita tunggu pemerintah pusat. Karena kan kalau menyangkut investasi dari luar itu kan harus perizinan dari menteri keuangan," tandasnya.

Penulis: Arby Salim

 

Simak Video Pilihan Ini: