Liputan6.com, Bandung - Indonesia memiliki kekayaan alam dan budaya yang luar biasa untuk dijadikan destinasi wisata. Adapun salah satu tempat menarik untuk kegiatan tersebut adalah mengunjungi desa wisata.
Pasalnya desa wisata menawarkan banyak pengalaman menarik mulai dari merasakan suasana pedesaan yang tenang, alami, sekaligus penuh nilai edukatif. Tidak hanya menyuguhkan keindahan alam desa wisata juga menawarkan pengalaman budaya.
Wisatawan dapat mengetahui bagaimana kehidupan masyarakat lokal hingga aktivitas tradisional yang jarang diketahui. Selain itu, setiap desa wisata memiliki ciri khas dan daya tarik tersendiri.
Advertisement
Beberapa desa sering kali menyuguhkan panorama sawah yang hijau, aliran sungai yang jernih, dan udara yang seju. Sementara itu, ada juga desa wisata yang mengajak pengunjung untuk ikut serta dalam kegiatan berkesenian, bertani, membatik, dan lain-lain.
Desa wisata juga menjadi sarana untuk melestarikan tradisi dan budaya lokal serta memperkaya wawasan tentang kehidupan sosial dan adat istiadat. Anak-anak dan generasi muda pun bisa mendapatkan pelajaran berharga dari kunjungan tersebut.
Adapun desa wisata juga mendukung perekonomian masyarakat lokal karena ketika wisatawan datang mereka tidak hanya menikmati tempat tersebut tetapi juga membeli produk UMKM lokal, mencicipi kuliner rumahan, serta menginap di penginapan milik warga.
Terdapat banyak pilihan desa wisata yang bisa dijelajahi dan salah satu yang bisa dikunjungi adalah Desa Adat Sade di Lombok.
Apa Itu Desa Adat Sade
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,540,20,0)/kly-media-production/medias/4534966/original/049559800_1691765022-1_IMG_9064.JPG)
Desa Adat Sade adalah sebuah desa tradisional yang terletak di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Desa ini dikenal luas sebagai perkampungan suku Sasak yang masih memegang teguh adat istiadat leluhur mereka.
Masyarakat di Desa Sade hidup dalam tatanan sosial dan budaya yang sudah berlangsung turun-temurun selama ratusan tahun menjadikan tempat ini sebagai salah satu destinasi budaya yang unik di Indonesia.
Desa ini diperkirakan telah ada sejak lebih dari 600 tahun lalu dan terus berkembang sebagai simbol kearifan lokal suku Sasak. Penduduknya masih mempertahankan pola hidup sederhana dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai adat.
Selain sebagai tempat tinggal masyarakat adat, Desa Sade juga dijadikan sebagai objek wisata budaya yang banyak dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara. Pengunjung dapat belajar langsung tentang budaya di desa tersebut secara langsung.
Advertisement
Daya Tarik Desa Adat Sade
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/985287/original/047998100_1441959546-desa_sade.jpg)
Desa Adat Sade di Lombok memiliki daya tarik utama sebagai destinasi wisata edukasi yang menyuguhkan pengalaman langsung mengenal budaya suku Sasak yang masih lestari hingga saat ini.
Pengunjungnya juga dapat menyaksikan dan mempelajari secara langsung bagaimana masyarakat Sade mempertahankan kehidupan tradisional mereka mulai dari bentuk rumah adat, sistem sosial, hingga aktivitas sehari-hari.
Kemudian salah satu daya tarik edukatif yang sangat menonjol dari desa ini adalah proses menenun kain tradisional yang dilakukan oleh para perempuan di desa. Mereka memperlihatkan keterampilan menenun kain tenun ikat dan songket secara manual.
Selain itu, wisatawan juga belajar tentang struktur rumah adat yang unik di desa ini. Rumah-rumah di desa ini berdiri tanpa paku dan menggunakan bahan alami seperti bambu, ilalang, dan tanah liat yang dicampur kotoran kerbau untuk menjaga suhu rumah tetap sejuk.
Lokasi Desa Adat Sade
![[Bintang] Nusa Tenggara](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/-QC2vAlekZDuaHBIggdQjnZBV78=/640x360/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1504713/original/047424700_1486880261-3.jpg)
Desa Adat Sade berlokasi di Rembitan, Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Para wisatawan bisa menggunakan beberapa rute salah satunya melalui Bandara Internasional Lombok.
Perjalanan dari bandara menuju desa ini hanya menempuh jarak sekitar 10,7 km atau 17 menit berkendara. Pengunjung dapat mengikuti petunjuk arah yang tersedia dan rute perjalanan cukup bagus sehingga mudah untuk dilalui.
Selain itu, perjalanan dari Pantai Kuta juga cukup mudah dan dekat karena pengunjung hanya membutuhkan waktu perjalanan sekitar 13 menit atau 7,5 km berkendara. Rute yang dilalui bisa dijangkau baik menggunakan kendaraan roda dua hingga empat.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5164799/original/043621100_1742183216-dbe96acd3b3529457b7c0146890290a1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471519/original/070085400_1782374653-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8475678/original/062240100_1782386179-cek_fakta_bansos_PKH_-_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471521/original/041151500_1782374656-Tugas__40_.jpg)

:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/4534970/original/053438100_1691765026-5_Pemandangan_Desa_Sade_dari_atas_rumah_panggung.JPG)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/827404/original/069659300_1510203910-WhatsApp_Image_2017-11-09_at_12.04.27.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264054/original/059677500_1782070488-Spain_s_Mikel_Oyarzabal_celebrates_with_teammate_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263848/original/006023700_1782021745-000_B7RA6WF.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263734/original/051420000_1781976439-063_2282511619.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8505254/original/095572100_1782426499-063_2283328466.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8504503/original/041176000_1782425341-063_2283330296.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8504502/original/063769000_1782425340-000_B8CR3CG.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263472/original/073317600_1781931669-AP26171138768328-Paraguay_Piala_Dunia_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258126/original/033474700_1781320271-063_2281315144.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263981/original/061969400_1782040041-063_2282521575.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259732/original/038298000_1781511216-000_B7396ZD.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263772/original/067560900_1782010379-jerman.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258990/original/029859700_1781430570-AP26154680263164.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257871/original/010023900_1781260560-1000784409.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6941655/original/071734100_1779710295-IMG-20260525-WA0002.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6017143/original/035152100_1778909050-usaha_depan_rumah7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5668893/original/068273000_1778413860-BELITUNG__-_1_-_ISLANDS__189_of_202_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5693938/original/013753100_1778570892-image__9_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5589902/original/018150800_1778145593-konsep2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582334/original/073984400_1778129610-c626fcba-c1b1-4e4e-9608-8493569fd7b3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5579954/original/020071300_1778121597-e2c4a66e-740a-48a4-b776-c100058db1b2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5575124/original/050373100_1778038953-Ide_Kebun_Bunga_Potong_untuk_Ibu-ibu_di_Desa_Wisata_4.jpg)