Liputan6.com, Sukabumi - Dalam lanskap pariwisata yang terus berkembang, Grand Permata Hijau hadir bukan hanya sebagai akomodasi, melainkan sebagai simbol keramahtamahan legendaris yang telah mengakar kuat di Sukabumi selama hampir 45 tahun.Â
Berlokasi di Jalan Bhayangkara No.46, Gunungpuyuh, Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi, berawal dari visi sederhana seorang nenek di tahun 1980, hotel tersebut kini bertransformasi menjadi oase kenyamanan yang siap memanjakan setiap tamu yang berkunjung.
Audrey Clarissa, Direktur Grand Permata Hijau, dengan bangga menjelaskan fokus utama mereka membangun kembali hotel milik keluarga dengan inovasi lebih modern. "Persiapan utama kami adalah tempat hospitality biar orang kalau datang ke Sukabumi rasanya nyaman," ujar Audrey ditemui pada Kamis (10/7/2025).Â
Advertisement
Hotel Sukabumi ini mengusung filosofi ‘pulang ke rumah’ menjadi inti layanan mereka, di mana kenyamanan dan perasaan betah adalah prioritas utama. Hotel yang telah berdiri sejak 1980, mengusung semangat keramahtamahan yang diwariskan dari sang pendiri, menjamin bukan hanya kamar yang nyaman, tetapi juga pengalaman menginap yang hangat layaknya berada di rumah sendiri.
Hotel yang kini bernama Grand Permata Hijau ini telah melakukan rebranding besar-besaran, menawarkan fasilitas dan harga baru, namun tetap mempertahankan cita rasa makanan yang lezat. Gedung baru yang lebih modern menjadi daya tarik utama, sementara fasilitas di gedung lama juga terus ditingkatkan. "Sedikit demi sedikit kita terus mengejar tingkat huniannya tapi sambil kita rebranding," jelasnya. Â
Optimisme di Tengah Tantangan dan Rebranding
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,540,20,0)/kly-media-production/medias/5279780/original/048515900_1752159034-IMG-20250709-WA0087.jpg)
Meskipun kekhawatiran terkait efisiensi anggaran pemerintah dan dampaknya terhadap industri hospitality selalu ada, Audrey Clarissa tetap optimis. "Setiap ada permasalahan selalu ada kesempatan di dalamnya," imbuhnya.Â
Grand Permata Hijau terus berinovasi dan mencari strategi baru, termasuk menjajaki market lain, untuk memastikan kelangsungan operasional dan peningkatan kualitas. Dengan pembangunan jalan tol yang masih dalam proses, Audrey Clarissa melihat ini sebagai kesempatan untuk ‘gayung bersambut’.Â
Grand Permata Hijau ingin menjadi pelopor dalam membangun infrastruktur pariwisata yang siap menyambut wisatawan begitu aksesibilitas Sukabumi semakin mudah. "Kita mencoba bangun terlebih dahulu begitu ini ready mungkin pemerintah akan melihat Sukabumi itu sebenarnya punya daya tariknya," ungkapnya penuh keyakinan.
Audrey membandingkan Sukabumi dengan "Sweet Silence"-nya (keheningan yang manis) Eropa, menyoroti keindahan alamnya seperti Situ Gunung yang asri. "Saya bawa teman-teman saya ke sini dari luar negeri, semua pada bilang bagus banget, tetapi nggak pernah ada yang angkat," katanya.
Advertisement
Visi Memajukan Pariwisata Sukabumi
Dengan kehadiran Grand Permata Hijau, diharapkan potensi wisata Sukabumi dapat terangkat lebih baik, tidak hanya demi kemajuan hotel ini, tetapi juga seluruh industri hospitality di Kota Sukabumi, yang pada akhirnya akan membawa kebahagiaan dan peningkatan ekonomi bagi masyarakat setempat.
Untuk memanjakan lidah para tamu, terutama yang terbiasa dengan standar kuliner tinggi di kota-kota besar seperti Jakarta, hotel Sukabumi Grand Permata Hijau menghadirkan Jade Restaurant dan Aurora Grill Sky and Cafe. "Kita harapkan dengan adanya Jade restoran dan Aurora Grill Sky and Cafe Hotel Grand Permata Hijau yang kita siapkan breakfast secara khusus juga itu membuat mereka rasanya lebih enak lagi nyampe ke Sukabumi bisa menikmati masa relief dari stres," jelas Audrey.Â
Fasilitas ini dirancang untuk memastikan setiap detail kebutuhan tamu terpenuhi, termasuk bagi keluarga dengan bayi yang ingin beristirahat dengan tenang. Chef Ahmad Husaeni, dengan pengalaman 33 tahun di dunia kuliner internasional, termasuk di Timur Tengah, Malaysia, Singapura, Thailand, Dubai, dan Jepang, menjadi otak di balik kelezatan hidangan Grand Permata Hijau. Salah satu menu andalan yang ia banggakan adalah Chicken Kurma. "Chicken Kurma itu kita buat base original India," terang Chef Ahmad.Â
Ia menegaskan bahwa hidangan ini unik di Sukabumi dan diracik dengan bumbu India segar yang disesuaikan dengan lidah Nusantara. Ia juga menjamin cocok bagi pecinta masakan kaya rasa, bahkan yang menyukai masakan Padang, dengan sentuhan sehat karena menggunakan yogurt alih-alih santan. "Menu chicken kurma ini rasanya nggak manis ya, enggak pedas, kaya akan rempah," tambahnya.Â
Tak hanya itu, sajian menu soto di Grand Permata Hijau juga istimewa, menggunakan susu full cream sebagai pengganti santan guna menjaga kesehatan pengunjung tanpa mengurangi kenikmatan masakan.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8714532/original/000144500_1782797436-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-30T122233.633.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7675056/original/096398500_1780469939-1000436835.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8709839/original/047593100_1782789385-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-30T101408.733.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261063/original/026293200_1781677316-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-17T130056.370.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3362654/original/040589900_1744885898-IMG_20240821_055452_969.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/5279779/original/013038700_1752159034-IMG-20250710-WA0034.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1373282/original/024149200_1476385389-Sukabumi.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8714917/original/028527700_1782798194-Brazil_s_Gabriel_Martinelli.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8625301/original/096522400_1782619158-000_B8K37NR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8713141/original/058795600_1782795003-Germany_players_are_dejected.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513256/original/026711200_1782437004-AP26176799194484.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710893/original/011996500_1782791219-WhatsApp_Image_2026-06-30_at_10.43.26__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8709002/original/001727100_1782787701-000_B8QH9N2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8711341/original/045734100_1782792164-IMG-20260630-WA0021.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263744/original/028849200_1781996788-AP26171656106233.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8309790/original/022314100_1782176318-000_B7XQ8ZR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8703035/original/020989500_1782776197-IMG-20260630-WA0006.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7814803/original/065180300_1780632434-raul-jimenez-meksiko-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513569/original/057945500_1782437405-063_2283345869.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8684433/original/052691900_1782737483-377053.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8684432/original/050251200_1782737483-377054.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8640333/original/040246000_1782645538-375397.jpg)