Rekonstruksi Ungkap Fakta Baru Kematian Mahasiswi Unila Usai Melahirkan Mandiri

Sebanyak 46 adegan diperagakan langsung oleh Ferdi, pacar korban yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

Diterbitkan 10 Juli 2025, 19:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Lampung - Pihak kepolisian menggelar rekonstruksi kasus tragis yang menimpa seorang mahasiswi Universitas Lampung (Unila), Siska Loviana (20), yang meninggal dunia usai melahirkan tanpa bantuan medis di kamar kosnya. Rekonstruksi digelar pada Rabu,(9/7/2025) untuk mengungkap kronologi kejadian yang terjadi di kawasan Kampung Baru, Kecamatan Kedaton, Kota Bandar Lampung.

Kanit Reskrim Polsek Kedaton, Ipda Fikri Damhuri menjelaskan bahwa dalam proses rekonstruksi tersebut, sebanyak 46 adegan diperagakan langsung oleh Ferdi, pacar korban yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut. 

"Rekonstruksi ini memperlihatkan rangkaian kejadian mulai dari proses persalinan yang dilakukan korban tanpa bantuan tenaga medis, hingga peristiwa pembuangan bayi yang baru dilahirkan ke bawah jembatan di daerah Tegineneng, Kabupaten Pesawaran," katanya, Kamis (10/7/2025).

Dalam rekonstruksi tersebut, polisi juga menghadirkan sepuluh orang saksi yang terdiri dari teman korban maupun tersangka, serta pihak Kejaksaan Negeri Bandar Lampung yang turut menyaksikan langsung jalannya proses rekonstruksi. Menurut dia, dari adegan yang diperagakan terungkap fakta baru bahwa tersangka Ferdi berada di kamar indekos korban sejak pagi hari, dan ikut membantu proses kelahiran bayi tersebut.

“Faktanya, Ferdi berada di kamar korban sejak pagi dan ikut membantu proses persalinan. Setelah bayi lahir, pelaku membungkus tubuh bayi ke dalam plastik dan goodie bag, lalu membawanya ke daerah Tegineneng untuk dibuang ke sungai,” ungkap dia.

Bayi Dibungkus dan Dibuang ke Sungai

Dijelaskan Fikri, Ferdi sempat melakukan panggilan video ke korban untuk memberi tahu bahwa bayi tersebut telah dibuang ke sungai dan hanyut terbawa arus. Tindakan pembuangan bayi itu, lanjut Fikri, dilakukan berdasarkan kesepakatan antara pelaku dan korban.

Namun nahas, usai kejadian tersebut, kondisi korban memburuk. Korban diduga mengalami pendarahan hebat pasca melahirkan. Melihat kekasihnya lemas tak berdaya, Ferdi bersama teman-temannya membawa korban ke rumah sakit. “Korban sempat dibawa ke RS Bhayangkara, namun sayangnya nyawanya tidak tertolong dan meninggal dalam perjalanan,” tutupnya.