Liputan6.com, Bandung - PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi (PT KAI Daop) 2 Bandung menyebutkan terdapat 6 lokasi stasiun kereta yang tertinggi letaknya se-Indonesia.
Keberadaan lokasi bangunan stasiun kereta api diketinggian itu secara tidak langsung menunjukan bahwa Provinsi Jawa Barat secara geografis dikelilingi oleh gunung.
Menurut Manager Humasda PT KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, adanya 6 stasiun kereta aktif ini menjadi daya tarik tersendiri bagi pelanggan kereta api yang melintasi kawasan yang memiliki keunikan geografis dan keindahan alam dataran tinggi Priangan.
Advertisement
"Secara berurutan stasiun tertinggi tersebut adalah Stasiun Nagreg, Stasiun Lebak Jero, Stasiun Cipeundeuy, Stasiun Andir, Stasiun Cimindi, dan Stasiun Cimahi, " jelas Kuswardojo dalam keterangannya ditulis Senin (7/7/2025).
Kuswardojo menyebutkan selain menyuguhkan keindahan panorama alam pegunungan yang memukau, seluruh stasiun tersebut memiliki nilai sejarah perkeretaapian yang sangat tinggi.
Kuswardojo, mengatakan bahwa keberadaan enam stasiun tertinggi ini memiliki potensi wisata luar biasa yang bisa dikembangkan lebih lanjut.
“Enam stasiun tertinggi ini menjadi bukti bagaimana kereta api tidak hanya menjadi moda transportasi andalan, tetapi juga bagian dari kekayaan geografis dan sejarah Indonesia. Kami mengajak masyarakat untuk menjelajahi keindahan jalur KA Daop 2 yang menawarkan sensasi perjalanan yang tidak bisa ditemui di daerah lain,” kata Kuswardojo.
Dengan kombinasi jalur berkelok, tanjakan dan turunan, serta pemandangan indah khas pegunungan Jawa Barat, keberadaan enam stasiun tersebut tentunya menambah daya tarik tersendiri bagi para pelanggan untuk menggunakan kereta api baik para pelanggan setia maupun wisatawan pecinta sejarah dan alam.
Otoritasnya sebut Kuswardojo, juga terus melakukan kolaborasi dengan pemerintah daerah dan para komunitas untuk mempromosikan potensi ini.
PT KAI Daop 2 Bandung mengajak masyarakat untuk menikmati pengalaman perjalanan dengan kereta api melewati jalur-jalur pegunungan yang eksotis, dengan tetap mengutamakan keselamatan, kenyamanan, dan kelestarian alam sekitar.
"Kami terus berkomitmen memberikan layanan terbaik serta menghadirkan pengalaman perjalanan yang aman, nyaman, dan berkesan bagi seluruh pelanggan," sebut Kuswardojo.
6 Stasiun Tertinggi di Wilayah Daop 2 Bandung
Berikut adalah enam stasiun tertinggi di Indonesia dan berada di wilayah Daop 2 Bandung:
1. Stasiun Nagreg (848 mdpl)
Berlokasi di Kabupaten Bandung, Stasiun Nagreg berada pada ketinggian sekitar 848 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Stasiun ini terkenal sebagai titik strategis jalur menanjak dengan pesona pemandangan alam perbukitan dan lembah disepanjang perjalanan menuju ke arah Tasikmalaya.
2. Stasiun Lebak Jero (818 mdpl)
Stasiun ini terletak di Kabupaten Bandung dengan jalur pegunungan yang menantang, Stasiun Lebak Jero memiliki ketinggian 818 mdpl.
Stasiun ini tergolong sebagai stasiun kecil sehingga tidak ada KA yang berhenti di stasiun ini. Meski begitu, stasiun ini juga memiliki peran vital dalam mengatur lalu lintas kereta di daerah dengan tikungan tajam dan tanjakan yang menatang.
3. Stasiun Cipeundeuy (772 mdpl)
Stasiun Cipeundeuy berada pada ketinggian 772 mdpl, terkenal sebagai stasiun yang istimewa dikarenakan menjadi stasiun pemberhentian wajib bagi semua kereta api jarak jauh yang melintasi jalur selatan Jawa.
Semua KA yang melewati stasiun ini wajib berhenti terlebih dahulu untuk dilakukan pemeriksaan rem sebelum KA tersebut melanjutkan perjalanan melewati jalur yang penuh tanjakan dan turunan.
4. Stasiun Andir (750 mdpl)
Stasiun Andir merupakan stasiun kecil yang berlokasi dekat pusat Kota Bandung, stasiun ini juga memiliki latar belakang sejarah yang menarik karena dulu pernah digunakan sebagai stasiun naik turun pelanggan kereta api lokal. Meskipun berada dalam kota, stasiun ini memiliki ketinggian sekitar 723 mdpl, menjadikannya salah satu dari enam stasiun tertinggi.
5. Stasiun Cimindi (736 mdpl)
Dengan ketinggian 736 mdpl, Stasiun Cimindi menjadi simpul penting dalam jalur perkotaan Bandung dan berfungsi sebagai titik pemberhentian bagi KA lokal. Selain itu di stasiun ini juga menjadi tempat transit penting para pelanggan, sehingga banyak yang naik dan turun di stasiun ini.
6. Stasiun Cimahi (723 mdpl)
Stasiun Cimahi yang berdiri sejak jaman kolonial Belanda, berada pada ketinggian 723 mdpl. Sebagai stasiun yang menghubungkan kawasan pemukiman militer Cimahi dengan wilayah lainnya, stasiun ini penting dalam layanan kereta api lokal, feeder Whoosh, dan jarak jauh.
Advertisement
Sejarah Stasiun Kereta Api
Dilansir Liputan6, transportasi kereta api di Indonesia memiliki sejarah panjang yang menjadi bagian tak terpisahkan dari perkembangan infrastruktur transportasi.
Banyak stasiun kereta api yang pernah berfungsi sebagai penghubung penting antara berbagai daerah, kini hanya menjadi jejak sejarah yang menyimpan kenangan.
Stasiun-stasiun ini, meskipun sudah tidak lagi beroperasi, memiliki cerita unik yang layak untuk dikenang.
Perubahan kebutuhan transportasi, pengembangan jalur baru, dan modernisasi telah menyebabkan beberapa stasiun ditutup. Di antaranya bahkan memiliki kaitan dengan peristiwa sejarah besar, seperti pendudukan Jepang atau sistem kerja paksa Romusha. Stasiun-stasiun ini menjadi saksi bisu dinamika transportasi dan perjuangan bangsa.
Artikel ini akan membahas beberapa stasiun kereta api yang telah dihentikan operasinya di berbagai daerah di Indonesia. Dari Jawa hingga Sumatra, mari kita telusuri kisahnya, dirangkum Liputan6, Rabu (22/1).
Mengutip keretaanakbangsa.com, kereta api di Indonesia pertama kali diperkenalkan pada masa kolonial Belanda. Salah satu jalur awalnya adalah Batavia (Jakarta) menuju Anyer Kidul di Banten.
Seiring waktu, jalur ini meluas ke berbagai daerah, termasuk Sumatra dan Jawa Timur. Namun, banyak jalur dan stasiun akhirnya ditutup akibat perubahan kebutuhan transportasi.
Salah satu contohnya adalah Stasiun Anyer Kidul, yang dulu menjadi titik penting pengangkutan hasil bumi. Jalur ini ditutup pada tahun 1981, meninggalkan sisa-sisa rel dan stasiun yang kini menjadi situs sejarah. Penutupan lainnya adalah Stasiun Bayah, jalur yang dibangun oleh Jepang untuk mengangkut batubara, yang ditutup pada tahun 1951.
Penutupan stasiun ini juga dipengaruhi oleh perubahan moda transportasi. Perkembangan jalan raya membuat kereta api kehilangan perannya sebagai moda transportasi utama di beberapa daerah.
“Provinsi Banten memiliki jaringan Kereta Api yang menarik, karenajalur-jalurnya dibangun oleh tiga masa pemerintahan, yaitu Pemerintahan Hindia Belanda, Pemerintahan Militer Jepang dan Pemerintahan Republik Indonesia," tulis laman tersebut.
Daftar Stasiun Kereta Api yang Ditutup
Berikut adalah beberapa stasiun yang kini tidak lagi beroperasi:
1. Adan-Adan (Jawa Timur): Bagian dari Daop VII Madiun, pernah menjadi titik transit penting.
2. Anyer Kidul (Banten): Dulu bagian dari jalur pengangkutan hasil bumi, kini menjadi monumen sejarah.
3. Rangkasbitung-Labuan (Banten): Ditutup pada 1984, jalur ini pernah menjadi penghubung utama pengangkutan hasil perikanan.
4. Saketi-Bayah (Banten): Dibangun oleh Jepang selama pendudukan, jalur ini ditutup pada 1951.
5. Banda Aceh (Aceh): Stasiun utama di Aceh yang kini menjadi kenangan masa lalu.6. Setiap stasiun memiliki cerita unik, baik sebagai bagian dari jalur perdagangan, tambang, atau transportasi umum.
Sementara di Pulau Jawa menjadi pusat pengembangan kereta api pada masa kolonial. Beberapa stasiun yang kini tidak beroperasi adalah:
• Stasiun Banjarnegara (Jawa Tengah): Pernah menjadi penghubung daerah pertanian dan kota besar.
• Stasiun Cibangkong (Jawa Barat): Salah satu jalur yang ditutup pada tahun 1980-an.
• Stasiun Magelang Kota (Jawa Tengah): Kini menjadi situs sejarah yang menarik wisatawan.
Modernisasi jalur kereta api membuat beberapa jalur lama ditinggalkan. Namun, banyak stasiun yang tetap dipertahankan sebagai cagar budaya.
Seperti jalur kereta api Saketi-Bayah dibangun oleh pemerintah Jepang pada tahun 1943 untuk mendukung pengangkutan batubara dari tambang Bayah. Jalur ini dikenal sebagai “Jalur Maut” karena dibangun menggunakan tenaga kerja paksa Romusha.
Setelah Jepang menyerah pada tahun 1945, jalur ini tetap beroperasi hingga tahun 1951. Namun, keterbatasan dana untuk perawatan dan minimnya populasi di wilayah tersebut membuat jalur ini ditutup. Kini, jejak jalur ini hanya berupa pondasi rel dan bekas stasiun.
Saat ini, beberapa jalur nonaktif sedang dipertimbangkan untuk diaktifkan kembali. Pemerintah Provinsi Banten, misalnya, berencana mereaktivasi jalur Cigading-Anyer Kidul dan Rangkasbitung-Labuan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan pariwisata.
Reaktivasi jalur ini tidak hanya meningkatkan konektivitas, tetapi juga menjadi upaya pelestarian sejarah. Jalur-jalur ini menyimpan potensi besar untuk mendorong pembangunan kawasan, khususnya di daerah pedesaan.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258254/original/075445200_1781330306-Tugas__34_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263843/original/065734300_1782021578-Tugas__38_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5370367/original/028709700_1759546468-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-10-04T093301.745.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262299/original/014349800_1781777647-Tugas__37_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/408266/original/071633600_1747617599-ari.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5277108/original/021545800_1751981363-WhatsApp_Image_2025-07-07_at_18.11.18.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/344610/original/093311000_1471573794-foto-new.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264149/original/054877000_1782096496-063_2282689905-Timnas_Mesir.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264181/original/054321300_1782097612-063_2282690679.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260382/original/054470700_1781590662-063_2281748273.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264068/original/012778200_1782078495-000_B7TT4GU.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264045/original/061909400_1782061462-063_2282633998.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264088/original/090012000_1782087024-000_B7TY6Z7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264089/original/060388300_1782087027-000_B7TZ2WM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264097/original/098152700_1782090739-AP26172582885325.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260275/original/078184800_1781584802-Hamza_Abdelkarim.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263769/original/046217200_1782009540-Jeremy_Doku.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262966/original/068500900_1781854872-keluarga_korban_menunjukkan_foto_terduga_pelaku_penyekapan_di_Bandung.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262237/original/084172700_1781776158-KBI_Bandung_0870.JPG.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261534/original/089466000_1781739495-Penertiban.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2320245/original/076392300_1533533412-1533533412367325a1f9c9196ede-1512021137-30ae43ad1aa0a416699051b73a3dfcf6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8064710/original/039868400_1780909336-Calon_pengantin_diduga_menjadi_korban_penipuan_WO.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261139/original/015803400_1781684576-pelajar_bandung_meninggal_ditabrak_truk.webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1706231/original/018057000_1505108758-lembang1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5035396/original/006125400_1733319696-Andrew_Susanto_1.jpg)