Gunung Padang, Melihat Ibu Kota Sumatera Barat dari Ketinggian

Gunung Padang terletak tak jauh dari pusat kota, tepatnya di Seberang Selatan Muaro Batang Arau, Kecamatan Padang Selatan.

Diterbitkan 01 Juli 2025, 04:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Padang - Kota Padang, Sumatera Barat tidak hanya terkenal dengan kelezatan rendang dan budaya Minangkabau yang kaya, tetapi juga wisata alam yang siap memanjakan mata Anda.

Salah satu tempat yang menjadi favorit masyarakat lokal maupun wisatawan luar adalah Gunung Padang, sebuah bukit kecil yang menawarkan panorama Kota Padang dan Samudra Hindia dari ketinggian.

Gunung Padang terletak tak jauh dari pusat kota, tepatnya di Seberang Selatan Muaro Batang Arau, Kecamatan Padang Selatan.

Bukit ini memiliki ketinggian sekitar 80 meter di atas permukaan laut, menjadikannya destinasi yang ideal untuk healing ringan tanpa perlu menempuh perjalanan jauh.

Untuk mencapai puncak Gunung Padang, pengunjung perlu berjalan kaki melalui jalan setapak dan anak tangga yang menanjak. Waktu tempuhnya relatif singkat, hanya sekitar 20 hingga 30 menit tergantung kecepatan dan kondisi fisik.

Meski jalannya cukup menantang bagi sebagian orang, suguhan pemandangan hijau dan semilir angin akan membuat perjalanan terasa menyenangkan.

Di sepanjang jalur, wisatawan disuguhi panorama bukit yang hijau berpadu dengan pemandangan laut di kejauhan. Di beberapa titik, tampak pepohonan rindang yang menjadi tempat bermain kawanan monyet ekor panjang.

Hewan-hewan ini kerap muncul secara tiba-tiba, bergelantungan di dahan atau duduk santai di tepian jalur, menambah suasana alami dan eksotis.

 

Jejak Sejarah Masa Penjajahan Jepang

Gunung Padang bukan hanya menyimpan keindahan alam, tetapi juga menyimpan jejak sejarah yang penting. Di jalan menuju puncak, wisatawan dapat menjumpai sisa-sisa bangunan pertahanan militer yang dibangun pada masa pendudukan Jepang antara tahun 1942 hingga 1945.

Salah satunya adalah Pilboks, sebuah benteng pertahanan lengkap dengan meriam besi besar yang masih tampak kokoh. Tidak jauh dari sana, terdapat benteng lainnya yang dikenal dengan nama BOW.

Benteng ini berbentuk seperti rumah dengan dua ruangan, meski atapnya sudah tidak ada. Keberadaan benteng-benteng ini menjadi saksi bisu dari sejarah panjang Kota Padang di masa lalu.

Kemudian menjelang puncak bukit, suasana menjadi semakin syahdu. Di sinilah wisatawan bisa menjumpai sebuah makam yang diyakini sebagai Makam Siti Nurbaya, tokoh utama dalam novel legendaris Siti Nurbaya: Kasih Tak Sampai karya Marah Rusli yang diterbitkan tahun 1922.

Dalam cerita, Siti Nurbaya digambarkan sebagai gadis Minang yang dipaksa menikah demi membayar utang orang tuanya. Cerita tragis ini berakhir dengan kematiannya dan dimakamkan di Gunung Padang.

Meski tokoh ini fiktif, makamnya telah menjadi bagian dari daya tarik budaya yang memperkaya nilai historis tempat ini.

 

Menikmati Kota dan Laut dari Ketinggian

Sesampainya di puncak Gunung Padang, rasa lelah langsung terbayar tuntas. Angin sepoi-sepoi menyambut ramah, dari sini, pemandangan Kota Padang terbentang luas rumah-rumah warga terlihat kecil seperti miniatur.

Di sisi lain, hamparan laut biru membentang sejauh mata memandang. Ombak terlihat menggulung perlahan, sementara perahu-perahu nelayan tampak seperti titik-titik putih di kejauhan.

Jika datang pada sore hari, wisatawan bisa menikmati suasana senja yang menawan. Langit perlahan berubah warna, dari biru menjadi jingga keemasan, menambah romantisme suasana di puncak.

Untuk masuk ke kawasan wisata Gunung Padang di Kota Padang, pengunjung perlu membayar tiket masuk. Harga tiket masuk untuk dewasa adalah Rp 10.000 dan untuk anak-anak adalah Rp5.000, sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 9 Tahun 2018.

Pembayaran bisa dilakukan secara non-tunai menggunakan kartu Brizzi atau QRIS.

Â