Nyambat, Tradisi Ajakan Gotong Royong ala Masyarakat Betawi

Istilah nyambat bukan merupakan ekspresi kekesalan maupun keluhan. Istilah ini merujuk pada aktivitas sosial, gotong royong, dan saling peduli antarsesama.

Diterbitkan 24 Juni 2025, 05:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Dalam kehidupan bermasyarakat, orang-orang Betawi sangat menjunjung tinggi nilai kebersamaan dan gotong royong. Hal tersebut juga tercermin dalam tradisi nyambat, yakni ajakan untuk bergotong royong dalam mengerjakan sesuatu.

Istilah nyambat bukan merupakan ekspresi kekesalan maupun keluhan. Istilah ini merujuk pada aktivitas sosial, gotong royong, dan saling peduli antarsesama.

Ajakan nyambat bersama kerap dilakukan saat masyarakat setempat akan membangun rumah, membajak sawah, atau sedang akan mengerjakan kegiatan berat lainnya yang membutuhkan bantuan orang banyak. Tradisi ini dilakukan secara sukarela, tanpa dibayar sepeser pun.

Tradisi ini sebenarnya mirip dengan tradisi rewang dan sinoman di Jawa. Hal ini membuktikan bahwa tradisi saling membantu dan meringankan beban sesama telah mengakar dalam diri masyarakat Indonesia.

Mengutip dari laman Seni & Budaya Betawi, nyambat berarti mengajak orang lain untuk turut serta bergotong royong. Istilah ini berasal dari kata sambat yang berarti meminta bantuan atau pertolongan kepada orang lain.

Tradisi ini telah menjadi budaya turun temurun yang masih dilakukan hingga sekarang. Biasanya, masyarakat setempat akan dengan sukarela ikut mengerjakan sesuatu secara massal jika memang diperlukan.

 

Acara Penting

Tak hanya dalam urusan membangun sesuatu, nyambat juga kerap dilakukan saat ada acara-acara penting, seperti hajat perkawinan, khitanan, hingga kematian. Meski tak dibayar, pihak yang mengajak nyambat akan menyediakan kudapan berupa makanan dan minuman untuk para partisipan nyambat. Kudapan ini juga bersifat sukarela.

Dalam tradisi nyambat, terdapat nilai-nilai kearifan lokal yang terbentuk dari tingginya semangat gotong-royong masyarakat. Tradisi ini terus ada berkat adanya rasa kepedulian antarsesama.

Tradisi ini menumbuhkan kerekatan hubungan sesama sekaligus menanamkan rasa ikhlas yang tulus. Di era modernisasi, tradisi nyambat masih terus dilestarikan di sebagian masyarakat Betawi.

Penulis: Resla