Kawan Mekar Menyemai Harapan Indonesia Emas dari Akar Rumput

Kini, Kawan Mekar telah menjangkau ratusan pemuda dari berbagai daerah. Banyak dari mereka telah melanjutkan pendidikan, bekerja di sektor formal, hingga merintis usaha sendiri.

Diperbarui 16 Juni 2025, 06:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Komunitas Kawan Mekar resmi diluncurkan pada Minggu (15/6) di Marina Batavia, Ancol, Jakarta. Komunitas ini hadir sebagai gerakan akar rumput yang bertujuan menanamkan nilai etos kerja, integritas, dan keterampilan hidup bagi generasi muda, sebagai kontribusi nyata menuju visi Indonesia Emas 2045.

Puluhan pemuda dari berbagai latar belakang mengikuti sesi pelatihan intensif seputar disiplin, tanggung jawab, dan pengembangan diri. Mereka adalah bagian dari Kawan Mekar, sebuah komunitas yang digagas oleh Elizabeth Runtu, perempuan berdarah Tionghoa-Fujian dan Minahasa yang mewarisi semangat perjuangan dari sang kakek, seorang anggota Angkatan Laut Indonesia.

“Banyak anak muda kita cerdas, tapi kehilangan arah. Atau punya semangat, tapi tidak memiliki akses,” ujar Elizabeth, yang akrab disapa Liza. Melalui Kawan Mekar, ia ingin menjembatani kesenjangan ini dengan pendekatan yang humanis dan berkelanjutan.

Menanam Karakter untuk Masa Depan BangsaTak sekadar memberi pelatihan teknis, Kawan Mekar mengusung konsep “pertanian karakter”—sebuah filosofi pendidikan akar rumput yang menanamkan nilai kejujuran, kerja keras, dan etika hidup sejak dini. Komunitas ini juga menjalin kerja sama dengan Universitas Terbuka untuk menyediakan beasiswa pendidikan bagi peserta yang berprestasi namun kurang mampu.

“Kalau kita ingin generasi 2045 bisa memimpin dunia, kita harus mulai dari dasar: disiplin, jujur, dan kerja keras,” tegas Elizabeth.

Pendekatan Partisipatif, Bukan MengguruiBerbeda dari pendekatan top-down yang kerap ditemukan dalam program pembinaan, Kawan Mekar memilih untuk “belajar bersama”. Elizabeth percaya bahwa perubahan sejati hanya bisa tumbuh dari dalam diri individu. Komunitas ini mendorong partisipasi aktif dan saling belajar antaranggota, membangun rasa percaya diri, serta kemandirian anak muda dalam menghadapi tantangan zaman.

Kini, Kawan Mekar telah menjangkau ratusan pemuda dari berbagai daerah. Banyak dari mereka telah melanjutkan pendidikan, bekerja di sektor formal, hingga merintis usaha sendiri.Dalam era digital yang serba cepat dan instan, Kawan Mekar menempatkan dirinya sebagai gerakan jangka panjang, bukan proyek sesaat. “Kami bukan proyek. Kami proses,” kata Elizabeth. Meski menghadapi tantangan seperti pendanaan dan stigma sosial, semangat komunitas ini tetap menyala.