Liputan6.com, Kutai Barat - Angka anak-anak yang melahirkan di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, mencapai level mengkhawatirkan. Dalam lima bulan pertama tahun 2025, tercatat 36 anak perempuan di bawah usia 17 tahun melahirkan, sama banyaknya dengan total kasus sepanjang tahun 2024.
Data ini disampaikan oleh dr. Ika Maya Shandy, Dokter Spesialis Anak RSUD Harapan Insan Sendawar, yang menjadi salah satu tenaga medis terlibat langsung dalam penanganan kasus-kasus tersebut.
“Khusus di bulan lalu saja, kami menerima tujuh kasus. Itu semua anak-anak yang melahirkan di bawah umur. Bahkan ada yang baru berusia 14 tahun,” ungkap dr. Ika.
Advertisement
Menurutnya, kehamilan di usia remaja memiliki risiko tinggi, baik bagi sang ibu maupun bayi yang dilahirkan. Pengalaman menangani remaja melahirkan inilah yang dianggap menjadi titik darurat itu.
“Sebagian besar kasus yang kami tangani adalah kelahiran prematur, bayi lahir dengan berat badan sangat rendah, atau bahkan mengalami cacat bawaan. Belum lagi risiko kematian pada ibu muda karena tubuh mereka belum siap,” jelasnya.
Lebih mengkhawatirkan lagi, sambung dr. Ika, kasus-kasus ini menyebar di berbagai kecamatan, bukan terpusat di satu wilayah. Ini menandakan bahwa masalah ini bersifat sistemik dan memerlukan penanganan lintas sektor.
“Dari Januari sampai Mei ini, jumlahnya sudah 36 anak. Sama seperti tahun 2024. Tapi kali ini lebih menyebar. Hampir setiap kecamatan ada kasus,” tambahnya.
Perlu diingat, angka yang terdata adalah jumlah pasien yang masuk ke RSUD Harapan Insan Sendawar. Angka tersebut bisa saja lebih besar karena banyak fasilitas kesehatan lainnya maupun melahirkan secara mandiri di bidan kampung.
Kondisi Darurat
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,540,20,0)/kly-media-production/medias/5250873/original/020467400_1749742040-Sosialisasi_Kesehatan_Reproduksi.jpeg)
Melihat kondisi yang sudah masuk tahap darurat, pihak rumah sakit bersama tim medis dan pemerintah daerah melakukan langkah cepat berupa sosialisasi serentak di lima sekolah. Kegiatan ini menyasar pelajar tingkat SMP dan SMA, untuk memberikan edukasi soal pubertas, kesehatan reproduksi, dan risiko hubungan seksual di usia dini.
“Kami memulai dari hal paling dasar, mengenalkan tubuh mereka sendiri. Karena banyak anak belum tahu kalau mereka sudah masuk fase reproduksi. Kalau mereka tidak sadar bisa hamil, maka mereka juga tidak sadar akan konsekuensinya,” ujar dr. Ika.
Selain risiko medis, ia juga menekankan dampak jangka panjang yang tak kalah serius. Dokter spesialis anak ini menjelaskan dampak seperti gangguan psikologis, kehilangan masa depan pendidikan, serta tekanan sosial yang harus ditanggung anak-anak yang menjadi ibu terlalu dini.
Karena itu, menurut dr. Ika, sosialisasi bukan sekadar agenda seremonial, tapi harus menjadi gerakan berkelanjutan yang melibatkan sekolah, tenaga kesehatan, dan tentu saja keluarga.
“Kalau kita tidak bergerak sekarang, angka ini bisa terus naik. Kami tidak ingin melihat lebih banyak anak kehilangan masa remajanya karena ketidaktahuan,” ujarnya.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2559129/original/026504800_1546249540-vietnam.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8805424/original/032384700_1782904857-Cek_fakta_-_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5490270/original/075910100_1770004204-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-02T104539.335.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8627383/original/048072800_1782622786-153948.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5250872/original/014000600_1749742040-Sosialisasi_Cegah_Anak_punya_Anak.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261500/original/047650500_1781713643-bosnia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263358/original/034169000_1781903942-063_2282397014.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8578725/original/075292300_1782537284-063_2283517529.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8860259/original/052842500_1782927734-063_2284210517.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8566533/original/022742400_1782517134-senegal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8857137/original/028052200_1782926603-000_B8XV4GC.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8853200/original/078672700_1782925162-063_2284202015.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261515/original/075937400_1781733992-IMG-20260618-WA0000.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8578726/original/087210500_1782537285-063_2283517405.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4937793/original/094395600_1725589798-AP24249749330750.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261539/original/051141200_1781743137-IMG-20260618-WA0008.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264054/original/059677500_1782070488-Spain_s_Mikel_Oyarzabal_celebrates_with_teammate_Lamine_Yamal.jpg)