Liputan6.com, Lampung - Duka mendalam menyelimuti keluarga Pratama Wijaya Kusuma. Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung (Unila) itu meninggal dunia setelah mengikuti kegiatan Pendidikan Dasar (Diksar) Mahasiswa Ekonomi Pecinta Alam (MAHEPEL).
Kematian Pratama menimbulkan tanda tanya besar. Keluarga menduga kuat ada tindak kekerasan selama kegiatan berlangsung.
Sang ibu, Wirna Wani, mengungkapkan bahwa anaknya ditemukan dalam kondisi luka-luka dan sempat menjalani perawatan intensif di rumah sakit sebelum akhirnya mengembuskan napas terakhir.
Advertisement
“Setelah ikut Diksar, dia minta dijemput dan bilang lapar, minta dibelikan mie ayam. Tapi sampai rumah belum sempat makan, dia tiba-tiba pingsan,” kata Wirna kepada wartawan usai melapor ke Polda Lampung pada Selasa (3/6/2025).
Wirna mengaku melihat sendiri kondisi tubuh anaknya yang penuh luka saat berusaha membersihkannya. “Saya lap badannya, ternyata banyak luka-luka,” ungkapnya pilu.
Simak Video Pilihan Ini:
Pratama Sempat Takut Cerita
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5239325/original/046672700_1748836710-FB_IMG_1748836038883.jpg)
Setelah sadar, Pratama sempat menceritakan kepada ibunya bahwa dirinya mengalami kekerasan fisik selama Diksar. Korban mengaku ditendang di bagian dada dan perut oleh para senior. Bahkan, salah satu kuku kakinya sampai copot akibat penganiayaan yang diterimanya.
“Saya kasih obat tetes pereda nyeri malamnya karena kukunya copot. Tapi dia enggak mau dibawa ke rumah sakit. Katanya takut, nanti nyawanya diancam,” beber Wirna.
Tak hanya itu, Pratama juga meminta kepada keluarganya agar tidak membocorkan kondisinya kepada siapa pun. Menurut sang ibu, putranya merasa terancam dan ketakutan jika apa yang dialaminya diketahui orang lain.
“Dia cuma bilang, jangan cerita-cerita ke siapa-siapa. Katanya nanti dia diincar, mau dibunuh. Tapi dia tidak pernah bilang siapa yang mengancam,” ujarnya.
Advertisement
Pratama Meninggal Setelah Dirawat Intensif
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5239326/original/056062000_1748836710-FB_IMG_1748836052754.jpg)
Kondisi Pratama terus memburuk setelah peristiwa itu. Pada Maret 2025, tepat di bulan Ramadan, dia akhirnya dibawa ke Rumah Sakit Bintang Amin karena mengalami muntah-muntah hebat dan kejang pada tangan kirinya.
Dokter menemukan adanya gumpalan darah di kepala Pratama yang menghambat aliran cairan di otaknya. Temuan itu diduga menjadi penyebab kejang yang dialaminya. “Dokternya bilang anak saya sudah kena saraf. Mereka kaget kenapa baru dibawa sekarang,” tutur Wirna dengan mata berkaca-kaca.
Pratama kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Abdul Moeloek untuk tindakan lanjutan. Pada 27 April 2025 dan menjalani operasi pemasangan alat medis untuk mengatasi masalah di saraf kepalanya.
Namun, upaya medis tak mampu menyelamatkan nyawanya. Pratama dinyatakan meninggal dunia tak lama setelah menjalani perawatan.
"Saya ibu almarhum, mendesak aparat kepolisian mengusut tuntas kasus ini dan meminta pertanggungjawaban dari pihak panitia Diksar MAHEPEL Unila," tandasnya.
Polisi Mulai Selidiki Kasus
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,540,20,0)/kly-media-production/medias/5037582/original/038764300_1733397827-20241203_153637.jpg)
Polda Lampung kini telah memulai penyelidikan. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Lampung, Kombes Pol Pahala Simanjuntak, menyatakan bahwa pihaknya sudah menerima laporan resmi dan barang bukti dari keluarga korban.
“Untuk barang bukti yang diserahkan, ada berupa foto memar di bagian kepala korban hingga akta kematiannya,” ujar Pahala.
Dia bilang, polisi berjanji akan menindaklanjuti kasus ini secara transparan.
"Mohon waktu, jika sudah ada hasil dari penyelidikan maka akan segera kami sampaikan, terkait dugaan kasus kekerasan ini," terang dia.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8805424/original/032384700_1782904857-Cek_fakta_-_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5490270/original/075910100_1770004204-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-02T104539.335.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8627383/original/048072800_1782622786-153948.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782357/original/057831900_1782883984-Cek_fakta-_disabilitas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5241443/original/065852800_1748953188-IMG-20250603-WA0015.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261515/original/075937400_1781733992-IMG-20260618-WA0000.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8578726/original/087210500_1782537285-063_2283517405.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4937793/original/094395600_1725589798-AP24249749330750.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261539/original/051141200_1781743137-IMG-20260618-WA0008.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264054/original/059677500_1782070488-Spain_s_Mikel_Oyarzabal_celebrates_with_teammate_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389971/original/012637700_1782270142-AP26174800285397.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5556659/original/033473100_1776274063-000_A6D679V.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782365/original/061503000_1782884376-AP26181805083891.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782203/original/029416800_1782879842-mex4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782208/original/070447800_1782879843-mex9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776307/original/030285700_1782873381-AP26182087478676.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8524757/original/078321100_1782454482-AP26176835585287.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8827740/original/038863500_1782915087-1001419226.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8823410/original/039113700_1782913088-1001418344.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8804226/original/051471600_1782904416-1001418513.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8804228/original/082300300_1782904416-1001418506.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8800755/original/072565200_1782903142-1001418008.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8797193/original/049229000_1782901634-1001418254.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782719/original/022478600_1782895065-1001417900.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8720550/original/068398200_1782813611-1001413604.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8716611/original/022474600_1782811691-1001414073.jpg)