Langen Toyo, Seni Kerakyatan di Dusun Sorowangsan

Pada 1947, warga mendirikan paguyuban seni langen toyo di Dusun Sorowangsan yang dipimpin Kyai Amat Supiyo dan Kyai Irokarjo. Adapun pelatihnya adalah Kyai Marto Maluyo.

Diterbitkan 06 Juni 2025, 00:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Yogyakarta - Langen toyo tumbuh dan berkembang di Kampung Sorowangsan, Dusun Babadan, Desa Girikerto, Kecamatan Turi, Kahupaten Sleman, Yogyakarta. Kesenian drama tari ini lahir dua tahun usai proklamasi kemerdekaan RI, yakni pada 1947.

Mengutip dari laman Data Warisan Budaya Kemdikbud RI, Langentaya Ngesti Budaya di Sorowangsan bermula pada 1947. Saat itu, sesepuh dusun dan warga Sorowangsan ingin menggelar pentas kesenian yang bertujuan untuk melestarikan kesenian yang telah menjadi kegiatan dusun.

Pada 1947, warga mendirikan paguyuban seni langen toyo di Dusun Sorowangsan yang dipimpin Kyai Amat Supiyo dan Kyai Irokarjo. Adapun pelatihnya adalah Kyai Marto Maluyo.

Seni pertunjukan tradisional ini mengusung konsep drama tari yang seluruh dialognya ditampilkan dalam bentuk tembang. Selama pertunjukan, dialog tersebut juga diiringi alunan gamelan.

Adapun cerita yang ditampilkan adalah Babad Majapahit. Kesenian ini memuat nilai budaya tentang seorang anak yang tidak boleh melawan dan berani melakukan tindakan yang menyakiti hati orang tuanya.

Kesenian ini juga mengandung ajaran adat sopan santun dalam bertutur kata dengan orang yang lebih tua. Setiap adegan dalam langen toyo mengajarkan sopan santun seorang anak terhadap orang tuanya, menantu kepada mertuanya, serta hulubalang kepada raja atau pemimpinnya.

 

Masa Kejayaan

Pada 1960, langen toyo memasuki masa kejayaan. Kesenian ini kerap dipentaskan dalam berbagai hajatan warga, seperti pernikahan, khitanan, serta perayaan Hari Kemerdekaan RI.

Hingga 2022, pengurus kesenian Langentaya Ngesti Budaya merupakan pengurus generasi keempat. Generasi pertama adalah Kyai Amat Supiyo dan Kyai Irokarjo, generasi kedua Kyai Somorejo dan Kyai Harja Winata, generasi ketiga Kyai Mardi Winata dan Kyai Adi Saryono, serta generasi keempat Sunardi dan Heru Sutrisno.

Hampir semua pemain langen toyo merupakan keturunan dari pemain generasi sebelumnya. Hingga kini, kesenian langen toyo masih terus dilestarikan sebagai seni budaya turun-temurun Dusun Sorowangsan, Sleman, Yogyakarta.

Penulis: Resla