Oplet, Kendaraan Umum yang Berjaya di Era 1960-an

Dalam sinetron Si Doel Anak Betawi, oplet menjadi kendaraan umum yang kerap muncul. Tampilannya mirip angkutan kota (angkot) berwarna biru.

Diterbitkan 03 Juni 2025, 05:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Yogyakarta - Sebelum transportasi umum berkembang seperti sekarang ini, masyarakat Betawi menggunakan oplet sebagai kendaraan umum. Kendaraan ini pernah populer pada masanya.

Dalam sinetron Si Doel Anak Betawi, oplet menjadi kendaraan umum yang kerap muncul. Tampilannya mirip angkutan kota (angkot) berwarna biru.

Mengutip dari laman Seni & Budaya Betawi, oplet mulai beroperasi di Jakarta pada 1930. Sebutan oplet berasal dari merek Chevrolet atau Opel.

Versi lain mengatakan bahwa oplet berasal dari kata auto let. Adapun mobil yang digunakan sebagai oplet merupakan sedan buatan Inggris yang dilengkapi ban modifikasi.

Salah satu merek oplet yang kerap digunakan adalah Austin. Hal ini pula yang membuat sebagian masyarakat Betawi menyebut oplet sebagai ostin.

Awanya, oplet dioperasikan secara terbatas hanya di kawasan Jakarta Timur saja. Selanjutnya, oplet berekspansi ke berbagai daerah lain yang memiliki izin trayek resmi.

 

2 Bagian

Oplet memiliki dua bagian, yakni bagian depan dan belakang. Bagian depan merupakan tempat sopir dan seorang penumpang, sedangkan bagian belakang khusus untuk penumpang.

Lantai pada bagian penumpang terbuat dari kayu. Sementara itu, atapnya terbuat dari seng dengan rangka kayu. Bagian jendela oplet dibuat dari bahan kayu dan plastik yang dapat dibentangkan dan dinaik-turunkan. 

Pada era 1960 hingga 1970-an, oplet memasuki masa kejayaannya dan menjadi kendaraan umum paling populer di Jakarta. Rute oplet meliputi Stasiun Jatinegara, Matraman Raya, Salemba Raya, Senen, Pasar Baru, dan Harmoni. 

Menjelang 1980-an, trayek-trayek oplet mulai dihapus dan digantikan dengan kendaraan lain, seperti mikrolet, koperasi wahana kalpika, serta metro mini. Seiring berjalannya waktu, usia oplet di Jakarta dianggap semakin tua dan harus dipensiunkan. Pada 1979, Gubernur DKI Jakarta Tjokropranolo mengeluarkan kebijakan untuk menghapus oplet dan menggantinya dengan mikrolet.

Penulis: Resla