Omzet Penjualan Brand Lokal Melonjak 300 Persen dengan Affiliator

Tanpa mengandalkan iklan konvensional, brand ini memilih justru menggandeng kreator konten yang memiliki basis pengikut sesuai dengan target pasar, terutama usia 18–35 tahun atau remaja hingga dewasa

Diperbarui 29 Juli 2025, 01:04 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kolaborasi tepat antara para affiliator di platform Shopee dan TikTok, menjadi salah satu kunci dalam tansformasi pemasaran digital saat ini, untuk mencapai penjualan sesuai target.

"Kolaborasi brand dengan affiliator bukan hanya soal penjualan, tetapi juga membangun komunitas dan loyalitas konsumen secara organik,” ujar Riki Iga, seorang Digital Marketer.

Menurutnya, pendekatan berbasis kolaborasi dengan affiliator menjadi tren baru dalam pemasaran digital. Selain biaya yang relatif rendah dibandingkan iklan konvensional, hasilnya bisa dipantau secara real-time melalui analitik platform.

“Dengan pertumbuhan e-commerce yang terus meningkat di Indonesia, kerja sama antara brand lokal dan affiliator diperkirakan akan menjadi pilar penting dalam ekosistem penjualan digital ke depan," papar dia, dalam keterangan tertulisnya.

Contoh nyata adalah sebuah produk deodorant roll-on antiperspirant brand lokal sukses mencapai penjualan hingga 300 persen dalam tiga bulan terakhir.

Tanpa mengandalkan iklan konvensional, brand ini memilih justru menggandeng kreator konten yang memiliki basis pengikut sesuai dengan target pasar, terutama usia 18–35 tahun atau remaja hingga dewasa.

"Affiliator diseleksi dengan mengutamakan keaktifan di media sosial, rekam jejak engagement yang tinggi, serta minat terhadap topik gaya hidup sehat dan perawatan diri," ujar dia.

 

Engagement Rate

Para affiliator tidak hanya berperan sebagai marketing, tetapi didorong untuk menciptakan konten kreatif dan relatable, mulai dari tutorial penggunaan, tips bebas keringat seharian, hingga challenge seru seperti ‘No Sweat Challenge’ yang banyak diminati pengguna media sosial.

"Senjata ampuh untuk menerapkan strategi ini adalah pemanfaatan fitur interaktif seperti Shopee Live dan TikTok Live Shopping," kata dia.

Melalui siaran langsung, para calon pembeli dapat melihat demonstrasi produk secara real-time, mengajukan pertanyaan, dan melakukan pembelian.

"Upaya itu sangat meningkatkan conversion rate secara signifikan," ujar dia.

Dalam kolaborasi ini, para affiliator tak sebatas mendapatkan komisi. Brand juga menjalankan program edukasi dan pelatihan singkat untuk para affiliator agar mereka memahami nilai dan keunggulan produk yang dipromosikan.

"Dengan pendekatan ini, pesan yang disampaikan menjadi lebih autentik dan kredibel di mata audiens," ujar dia.

Tak ayal dengan pola strategi seperti ini, penjualan melesat hingga 300 persen dalam kurun waktu 3 bulan. Kolaborasi ini juta turut meningkatkan jumlah affiliator aktif hingga dua kali lipat.

Di sisi lain, engagement rate konten affiliator di TikTok mencapai 10–15 persen, jauh di atas rata-rata industri, menandakan tingginya antusiasme audiens terhadap produk yang dipromosikan. Yang mengejutkan lagi, Shopee Live berhasil menjaring lebih dari 5.000 penonton per sesi.