Sakit dan BPJS Menunggak, Mahasiswi Unhas Ditemukan Tewas di Kamar Kos

Korban diperkirakan telah meninggal dunia tiga sampai empat hari sebelum ditemukan.

OlehFauzan
Diperbarui 02 Mei 2025, 14:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Makassar - Moudita Hernanda Putri (23), mahasiswi aktif Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Hasanuddin (Unhas), ditemukan tewas di kamar indekosnya di Jalan Sahabat, Tamalanrea, Makassar, pada Kamis (1/5/2025) sore. 

Korban ditemukan dalam kondisi tubuh membengkak dan mulai membusuk. Berdasarkan hasil identifikasi awal, diperkirakan mahasiswa Unhas tersebut telah meninggal dunia sejak tiga hingga empat hari sebelum ditemukan.

Peristiwa itu bermula saat seorang rekan korban, Ananda Pratiwi, menerima kabar bahwa Moudita sudah tiga hari tidak merespons pesan dan panggilan. Sekitar pukul 17.45 Wita, Ananda mendatangi kos korban untuk menemui korban. 

Karena tidak ada respons, Ananda bersama teman-temannya kemudian membuka pintu kamar yang tidak terkunci. Saat memasuki kamar, keduanya menemukan Moudita dalam kondisi terlentang di tempat tidur, dengan tubuh yang sudah membengkak dan mengeluarkan bau tidak sedap.

"Temannya datang mengecek karena korban tak merespons pesan dan panggilan. Saat pintu dibuka, korban sudah tidak bernyawa," ungkap Kapolsek Tamalanrea, Kompol Muhammad Yusuf, Jumat (2/5/2025).

Petugas dari Polsek Tamalanrea bersama Tim Inafis Polrestabes Makassar dan Dokpol Polda Sulsel kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi jenazah ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar untuk  pemeriksaan medis lebih lanjut.

"Jenazah korban langsung dibawah ke Bhayangkara untuk visum," ucap Yusuf. 

 

 

BPJS Kesehatan Menunggak

Kabid Humas Kantor Sekretariat Rektor Universitas Hasanuddin, Ishaq Rahman, menjelaskan bahwa korban diketahui mengidap sesak napas namun tidak sempat mendapat perawatan medis lantaran kepesertaan BPJS Kesehatannya sedang menunggak.

"Teman-temannya menyebut almarhumah beberapa kali mengeluh sesak napas, namun ia tak ke rumah sakit karena BPJS-nya bermasalah," imbuhnya.

Kabar duka ini mengguncang komunitas akademik Unhas, khususnya di lingkup Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Ishaq menjelaskan bahwa pihak kampus telah berkoordinasi dengan pihak keluarga untuk proses pemulangan jenazah ke rumah duka. 

"Mohon doa atas kelapangan perjalanan almarhumah ke haribaan Sang Khalik," Ishaq memungkasi. 

Simak juga video pilihan berikut ini: 

Â