Bos Pasir Jadi Terduga Pelaku Salah Tembak Petani Tewas di Sukabumi

Polisi mengamankan terduga pelaku kasus peluru nyasar yang sebabkan seorang petani tewas saat tidur di gubuk lahan perhutani Kabupaten Sukabumi. Peluru masih jadi misteri.

Diperbarui 28 April 2025, 19:25 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Sukabumi - Sat Reskrim Polres Sukabumi mengamankan satu orang terduga pelaku inisial FT (72) kasus salah tembak terhadap seorang petani, Otib (60) warga Kampung Cipancur, Desa Kademangan, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi meninggal dunia.

Sebelumnya, peristiwa nahas itu dialami Otib saat tidur sebuah gubuk di lahan Perhutani Blok Cisujen, Desa Sumberjaya, Kecamatan Tegalbuleud, pada Selasa (22/4/2025) malam.

Kapolres Sukabumi, AKBP Samian melalui Kasat Reskrim Polres Sukabumi, Iptu Hartono membenarkan telah mengamankan terduga pelaku peluru nyasar dengan barang bukti sebuah senapan berburu merk Christensen Arms dan beberapa butir peluru kaliber 308 mm dari tangan JT.

"Betul kita telah mengamankan seorang terduga pelaku JT dan beberapa barang bukti senapan dan peluru," kata Hartono, dikonfirmasi Senin (28/4/2025).

Informasi dihimpun, terduga pelaku JT merupakan seorang pemilik perusahaan tambang pasir yang berada di Desa Titisan, Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi.

Perusahaan tambang tersebut diketahui sudah berjalan sejak tahun 2008 lalu. Dari hasil penyelidikan, kata polisi, diduga JT lalai tidak menjalankan standar operasional prosedur (SOP) saat melakukan perburuan.

"Diduga pelaku lalai dan tidak menjalankan SOP saat melakukan perburuan," terang dia.

 

Peluru Masih Misteri

Sebelumnya, melalui pemeriksaan autopsi yang dilakukan di RSUD R Syamsudin, Kota Sukabumi pada Kamis (24/04/2025) malam, pada punggung korban ditemukan luka terbuka menganga cukup lebar sekitar 18 cm yang menembus hingga organ dalam tubuh.

Saat autopsi pun tidak ditemukan adanya proyektil peluru di dalam tubuh korban, bahkan dokter forensik RSUD R. Syamsudin, Nurul Aida Fathia menyimpulkan bahwa korban tewas akibat kekerasan tumpul pada bagian punggungnya.

"Kematian korban terjadi akibat kekerasan tumpul pada punggung yang menyebabkan kerusakan pada organ paru-paru menimbulkan perdarahan," jelas Aida.

Â