5 Sambal Unik Khas Indonesia

Mengutip dari berbagai sumber, sambal sudah dinikmati masyarakat Jawa sejak abad ke-10 Masehi. Nenek moyang zaman dahulu menggunakan cabai jawa atau cabai puyang, lada, dan jahe untuk membuat sambal.

Diterbitkan 30 April 2025, 15:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Yogyakarta - Sambal telah menjadi pelengkap berbagai sajian khas Nusantara. Terdapat berbagai jenis sambal dengan keunikan dan kekhasannya tersendiri.

Mengutip dari berbagai sumber, sambal sudah dinikmati masyarakat Jawa sejak abad ke-10 Masehi. Nenek moyang zaman dahulu menggunakan cabai jawa atau cabai puyang, lada, dan jahe untuk membuat sambal.

Hingga kini, sambal telah berkembang ke berbagai wilayah di Nusantara dan masih menjadi pelengkap makanan yang banyak dicari. Berikut sambal-sambal unik khas Indonesia:

1. Sambal gandaria

Sesuai namanya, sambal gandaria dibuat dari bahan dasar gandaria. Ini merupakan tanaman yang populer di Jawa Barat dan kini tumbuh hampir di seluruh Indonesia.

Gandaria memiliki bentuk mirip mangga, tetapi lebih kecil. Rasanya kombinasi dari asam dan manis.

Untuk membuat sambal gandaria, dibutuhkan bumbu-bumbu berupa cabai keriting, terasi, gula, dan garam. Bumbu-bumbu tersebut dihaluskan terlebih dahulu, kemudian baru ditambah potongan buah gandaria.

2. Sambal kandas sarai

Suku Dayak di Kalimantan Tengah memiliki sambal khas bernama sambal kandas sarai. Sambal ini menggunakan batang serai yang menciptakan aroma harum yang khas.

Untuk membuat sambal ini dibutuhkan serai yang diiris tipis, cabai rawit, terasi bakar, garam, dan penyedap rasa. Bumbu-bumbu tersebut dihaluskan, kemudian dicampur dengan suwiran ikan bakar atau ikan goreng dan diaduk rata.

 

Sambal Pencit

3. Sambal pencit

Sambal pencit atau lebih dikenal dengan sebutan sambal mangga menawarkan cita rasa asam yang segar. Mangga yang digunakan untuk membuat sambal ini adalah mangga muda atau dalam bahasa Jawa Timuran disebut pencit.

Selain mangga muda, sambal pencit juga dibuat dengan menggunakan campuran cabai rawit, garam, terasi bakar, dan gula merah. Sambal pencit biasanya disantap sebagai pelengkap ikan bakar, ayam bakar, maupun olahan yang dibakar lainnya.

4. Sambal tuktuk

Sambal tuktuk khas Tapanuli dibuat dengan menggunakan andaliman dan ikan aso-aso. Ikan aso-aso adalah ikan kembung yang sudah diproses dengan cara diasapi.
Selain dua bahan tersebut, sambal ini juga menggunakan bumbu berupa bawang merah, bawang putih, cabai, rawit, cabai merah, garam, dan jeruk nipis. Penggunaan ikan kembung bisa diganti dengan ikan air tawar lainnya.

5. Sambal tumpang

Terakhir, ada sambal tumpang yang menggunakan tempe busuk atau tempe semangit sebagai bahan utama. Uniknya lagi, sambal ini bukan berbentuk cocolan, melainkan sayur berkuah santan.

Sambal tumpang menggunakan bumbu bawang merah, bawang putih, cabai merah, kemiri, kencur, ketumbar, santan, daun jeruk, gula, dan garam. Sambal ini bisa dengan mudah ditemukan di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Penulis: Resla