Sukses

10 Kuliner Yogyakarta yang Jadi Warisan Budaya Dunia Takbenda UNESCO, Sudah Pernah Coba?

Liputan6.com, Yogyakarta - Yogyakarta dikenal memiliki banyak kuliner tradisional. Bahkan beragam kuliner khas kota budaya ini sudah diakui sebagai warisan budaya tak benda, agar keberadaan aneka kuliner ini dapat dilestarikan.

Nantinya, beragam kuliner khas Yogyakarta ini akan didaftarakan Ke UNESCO sebagai warisan budaya takbenda asal Indonesia. Dikutip dari berbagai sumber, berikut sederet kuliner khas Yogyakarta yang ditetapkan sebagai warisan budaya dunia takbenda UNESCO.

1. Tiwul

Tiwul adalah makanan yang berasal dari Kabupaten Gunungkidul. Makanan ini dulunya dijadikan pengganti nasi, karena masyarakat Gunungkidul tak biasa menanam beras.

Tiwul sendiri dibuat dari singkong, dahulu tiwul disajikan dengan lauk ikan asin. Namun, kini tiwul banyak diolah menjadi kudapan manis yang diberi parutan kelapa.

Cita rasa kuliner Yogyakarta juga semakin berkembang menjadi beraneka rasa seperti stroberi, nanas, dan cokelat

2. Lemper

Lemper merupakan kudapan yang dibuat dari ketan dengan isian daging ayam atau abon. Kuliner warisan budaya ini biasanya ada dalam hajatan besar seperti pernikahan atau kelahiran anak.

Sentra pembuatan lemper berada di wilayah Sanden, Bantul. Lemper khas Bantul ini diklaim sebagai lemper terkenal enak.

 

Saksikan video pilihan berikut ini:

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

2 dari 3 halaman

Kipo

3. Kipo

Kipo adalah kue tradisional khas Kotagede Yogyakarta yang terbuat dari tepung ketan dan diisi unti kelapa. Jajanan ini dapat ditemukan di Jalan Mondorakan, dekat dengan Pasar Kotagede.

Kipo merupakan salah satu kudapan asli khas Kotagede yang tidak terkontaminasi kudapan asing. Kipo bercita rasa legit yang merupakan ciri kue tradisional Yogyakarta.

4. Yangko

Yangko adalah oleh-oleh khas Kotagede dan terbuat dari tepung ketan. Uniknya kudapan manis ini adalah ada isian kacang giling sehingga teksturnya renyah, tapi juga kenyal.

Seiring berkembangnya zaman, rasa yangko tak hanya kacang, tapi juga durian, stroberi, juga cokelat

5. Sate Klathak

Sate klathak adalah makanan yang berasal dari Kabupaten Bantul. Tak seperti sate biasa yang ditusuk dengan tusukan berbahan kayu, satai berbahan daging kambing tersebut justru menggunakan tusukan berupa jeruji sepeda.

Kuliner sate klathak konon pertama kali buat oleh Mbah Ambyah yang berasal dari Jejeran, Bantul. Menu ini sudah bahkan sudah ada sejak 1940-an.

6. Geblek

Geblek dibuat dari campuran ubi kayu, tepung kanji, dan bahan lain. Kemudian dibentuk seperti angka 8 dan digoreng kering. Hasilnya, geblek bertekstur mirip cireng, tapi rasanya lebih khas.

 

3 dari 3 halaman

Gudeng Manggar

7. Gudeg Manggar

Gudeg Manggar tak jauh berbeda dengan gudeg biasanya. Namun, yang satu ini menggunakan manggar yang tak lain adalah bunga pohon kelapa yang diolah bersama santan, telur, daging ayam kampung, dan aneka bumbu lain. Demi mendapatkan gudeg manggar yang lezat, biasanya perlu dimasak sampai 18 jam.

8. Sayur Brongkos

Salah satu kuliner yang wajib dicicipi saat singgah di Yogyakarta adalah sayur brongkos. Rasanya sangat khas dengan isian telur, kronyos sapi, daging, dan tolo.

Sayur brongkos ini merupakan salah satu makanan kesukaan dari Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan X.

9. Jadah Manten

Jadah manten merupakan kudapan atau camilan khas Yogyakarta yang dibuat dari ketan. Jadah manten diisi daging ayam, lalu dibungkus dengan telur. Sesuai namanya, jadah manten banyak dijadikan sebagai pelengkap dalam upacara pernikahan adat Jawa

10. Bubur Sumsum

Bubur sumsum terkenal memiliki tekstur yang lembut ditambah dengan kuah gula merah yang legit, sehingga menghasilkan rasa yang nikmat di mulut. Bubur sumsum biasanya menjadi menu sarapan, tetapi juga dapat ditemukan di acara hajatan bersebelahan dengan bubur merah putih.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.