Sukses

Jade Princessa Nugroho, Balerina dan Content Creator dengan Segudang Prestasi

Liputan6.com, Jakarta - Jade Princessa Nugroho (19), adalah seorang penari balet, dengan segudang prestasi. Di usianya yang masih belia, dia berhasil menyabet beberapa penghargaan bergengsi.

Kecintaannya di dunia balerina dimulai saat Jade masih berusia 7 tahun. Selain aktif dalam kelas khusus balet, pemilik akun Instagram @jade.princessa ini juga, sering mengikuti kompetisi balet sejak kecil.

"Saya sangat menyukai balet, karena balet itu seni yang sangat indah. Gerakannya sangat sulit dan detail sekali, sehingga memerlukan latihan yang keras untuk bisa mencapai ke level professional," katanya, Jumat (20/5/2022).

Untuk menunjang kemampuannya, Jade juga bersekolah balet hingga ke luar negeri. Demi mencapai impiannya, dia pun rela sekolah secara home schooling, agar bisa mewujudkan menjadi ballerina dari Indonesia yang bisa berkompetisi dan berprestasi di ajang internasional.

“Sejak mengikuti training Full Time Program/Pre-Professional Program, saya mengikuti beberapa kompetisi national dan international," ungkap perempuan kelahiran 6 Februari 2003 tersebut.

Setelah menamatkan pendidikan SMA di usia 16 tahun, Lulusan Sekolah Kristen Mawar Saron tahun 2019 ini langsung terbang ke Amerika Serikat, untuk mencapai mimpinya memperdalam balet.

Jade diterima di level Akademi 3 untuk kelas balerina, di Orlando Balet School di Orlando, Florida, USA, selama 2 season, dari tahun 2019 hingga 2021.

Di Orlando Balet School, Jade dilatih oleh guru-guru kaliber internasional, salah satunya Mr. Phillip Broomhead. Di tahun 2019, Jade berhasil mendapatkan financial aid untuk Harid Conservatory Summer Program di Boca Raton, Florida USA.

Dua tahun setelahnya, ia mendapatkan financial aid untuk berkompetisi di YAGP, Tampa, Florida, USA. Jade juga menjuarai beberapa kompetisi dan mendapatakan berbagai macam penghargaan dan beasiswa.

Berangkat dari keluarga yang sederhana dan tinggal di apartemen kontrakan, keputusan Jade untuk fokus dalam balet sempat tak mendapat persetujuan keluarga. Namun akhirnya orang tua Jade, tetap mendukung penuh potensi yang dimiliki anak perempuannya tersebut untuk menjadi seorang balerina.

"Untuk bisa ikut training balet, orang tua saya berusaha habis-habisan untuk membiayai latihan saya. Latihan balet termasuk termasuk kegiatan yang sangat mahal, apalagi untuk bisa sampai berlatih di luar negeri," kenang Jade.

 

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

2 dari 2 halaman

Content Creator

Tak hanya aktif berlatih balet, saat ini Jade juga mencoba latihan contemporary dance, conditioning dan PBT. Jade juga mempersiapkan diri sebelum kontrak Apprentice Junior Corps di Arts Balet Theatre of Florida, di Miami, USA, yang akan dimulai 29 Agustus 2022 mendatang.

Selain balet dan dance, ternyata Jade juga merupakan seorang content creator yang aktif di media sosial (medsos). Jade membuat konten fashion dan endorsement. Ia juga beberapa kali melakukan photoshoot sesion untuk balet dan fashion.

Selain balet, dia juga hobi traveling, berenang, crochet, baking, berenang hingga bermain ping-pong. Jade bahkan pernah mengikuti kompetisi O2SN ping-pong, pada umur 13 tahun kelas 1 SMP.

Dia berharap bisa membangun sebuah wadah atau foundation, untuk penari-penari dari Indonesia yang ingin berkarir ke luar negeri.

“Belajar dari pengalaman saya, betapa susahnya untuk bisa bersekolah dan masuk company di luar negeri. Saya ingin membantu penari-penari yang lain, membuka pintu untuk mereka," ujarnya.