Sukses

Patahkan Mitos, Sejoli Ini Nekat Menikah di Gunung Pegat

Liputan6.com, Sukoharjo - Pasangan yang akan menikah lazimnya bakal mengabadikan momen pernikahannya dengan hal yang tak akan pernah terlupakan seumur hidup mereka. Salah satunya, pasangan Rifan dan Azizah.

Bedanya, pasangan asal Jateng ini hendak membantu promosi wisata desanya. Selain itu, mereka menikah lantaran ingin mematahkan mitos dengan memilih lokasi ekstrem, Gunung Pegat.

Pasangan asal Dusun Klile, Kelurahan Karangasem, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo ini, memutuskan mengucapkan janji suci pernikahan di atas pegunungan desanya yang dikenal dengan nama Gunung Pegat.

Sekilas memang tak ada yang aneh. Tapi usut punya usut gunung tersebut memiliki mitos bahwa siapa saja warga yang melintas sebelum 40 hari pernikahan di gunung tersebut akan bercerai.

Namun dengan berani mereka memutuskan mengucapkan janji suci pernikahan di atas pegunungan desanya yang dikenal dengan nama Gunung Pegat.

Sekilas tak ada yang aneh, tapi usut punya usut gunung tersebut memiliki mitos bahwa siapa saja warga yang melintas sebelum 40 hari pernikahan di gunung tersebut akan bercerai.

Mitos pada jaman dahulu ada sepasang pengantin baru menikah sebelum 40 hari melintas di Gunung Pegat dan selang beberapa bulan keduanya harus bercerai ketika pasangan wanitanya tengah hamil muda. Menurut cerita warga sekitar hal itu sudah diyakini warga sekitar sejak jaman dulu.

Namun, berjalannya waktu mitos tersebut lambat laun hilang dan lokasi tersebut saat ini malah dijadikan sebagai destinasi wisata desa itu, sekaligus menjalankan roda perekonomian masyarakat.

 

**Pantau arus mudik dan balik Lebaran 2022 melalui CCTV Kemenhub dari berbagai titik secara realtime di tautan ini.

 

Saksikan Video Pilihan Ini:

2 dari 2 halaman

Promosi Destinasi Wisata Desa

Kepala Desa Karangasem, Bambang Minarno menyebut pernikahan digelar di Gunung Pegat itu baru kali pertama terjadi.

Menurutnya, selain sebagai ajang promosi destinasi yang sudah tiga tahun ini viral sebagai lokasi wisata instagramable, pernikahan itu sebagai salah satu cara patahkan mitos yang selama ini beredar di masyarakat.

"Di sini (destinasi wisata Gunung Pegat) baru pertama diadakan pernikahan. Ini unik dan sekaligus menjadi ajang promosi pariwisata desa kami," kata Bambang kepada Liputan6.com ditemui di Gunung Pegat, Minggu (8/5/2022).

Tak hanya itu, Bambang menjelaskan selain upaya membangkitkan gairah wisata Gunung Pegat, pernikahan itu sebagai langkah mematahkan mitos pernikahan tidak langgeng jika melintas di sana.

"Kita patahkan mitos tentang jika 40 hari setelah menikah lewat Gunung Pegat akan bercerai. Sekarang kita adakan nikah di sini, insya Allah bahagia sampai akhir hayat," tutur jebolan IAIN Yogyakarta ini.

Sementara itu, Rifan dan Azizah mengaku sengaja memilih Gunung Pegat sebagai lokasi pernikahan mereka untuk membantu pemerintah desa memajukan pariwisata daerahnya seperti Gunung Pegat, sekaligus mematahkan mitos yang beredar di masyarakat.

"Emang rencana mau nikah di sini, sekalian membantu promosi wisata Gunung Pegat. Katanya dulu ada mitos jika pengantin baru lewat sini akan bercerai skrg kita nikah di sini akan bahagia sampai kakek nenek, kita patahkan mitos itu," ucapnya.