Sukses

Sungai Citarum Meluap, Ratusan Rumah di Karawang Terendam Banjir

Liputan6.com, Bandung - Sebanyak 614 rumah di empat kecamatan di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, terendam banjir akibat limpasan tiga sungai yaitu Sungai Cibeet, Sungai Cilamaya, dan Sungai Citarum, pada Sabtu (11/12/2021) pekan lalu.

Badan Penanganan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat juga mencatat, sebanyak 1.828 jiwa terdampak banjir yang menerjang sejumlah desa tersebut.

Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Jawa Barat Hadi Rahmat menuturkan, bencana banjir yang terjadi sejak Sabtu pekan lalu sekitar pukul 06.00 WIB itu telah menerjang empat kecamatan di Karawang yaitu Kecamatan Telukjambe Barat, Karawang Barat, Tirtamulya, dan Banyusari.

"Banjir disebabkan oleh limpasan Sungai Cibeet, Sungai Cilamaya, dan Sungai Citarum, dengan ketinggian air bervariasi dari 5-120 cm," ucap Hadi melalui keterangan tertulis, Senin (13/12/2021).

Hadi menerangkan, hujan dengan intensitas tinggi yang menjadi pemicu banjir tersebut yang berdampak pada empat desa. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa banjir tersebut.

Adapun perahu BNPB sudah disiagakan di kantor desa sebanyak satu buah.

"Warga masyarakat yang rumahnya terdampak bencana banjir mengungsi ke rumah keluarga dan tetangga yang belum mengalami kebanjiran," ujar Hadi.

 

*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Wilayah Terdampak Banjir di Karawang

Berikut daftar wilayah terdampak banjir di Karawang. Di Desa Karangligar, sebanyak 162 unit rumah terendam dengan ketinggian air 5-120 cm. Selain itu, banjir di kawasan ini merendam 2 unit sarana pendidikan, satu unit SD dan PAUD, 3 unit tempat ibadah, 2 masjid, dan 3 musala.

Di Desa Tanjungmekar, banjir merendam sedikitnya 14 unit bangunan. Di Desa Karawang Kulon sebanyak 38 rumah terendam dengan ketinggian air 20-80 cm.

Selanjutnya, di Desa Kamurang sebanyak 54 rumah terendam dengan ketinggian air 10-40 cm. Di Desa Gempol Kolot sedikitnya 3 rumah terendam dengan ketinggian air 10-50 cm. Sedangkan, di Desa Tegalwaru sebanyak 343 rumah terendam dengan ketinggian air 40-60 cm.

Sementara itu, korban terdampak di Desa Karangligar sebanyak 267 kepala keluarga (KK) atau setara 820 jiwa. Desa Tanjungmekar (15 KK/58 jiwa) serta 30 perempuan dewasa mengungsi di Mushola Nurul Hidayah dan di rumah tetangga yang lebih tinggi.

Selanjutnya, di Desa Karawang Kulon (40 KK/146 jiwa) serta 77 perempuan dewasa mengungsi di rumah tetangga rumah dan pos ronda. Di Desa Kamurang (54 KK/172 jiwa), Desa Gempol Kolot (4 KK/12 jiwa), dan Desa Tegalwaru (274 KK/620 jiwa).