Sukses

Upaya Genjot Hasil Tangkapan Nelayan Belawan Secara Aman Berbasis Info Cuaca

Liputan6.com, Medan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Maritim Belawan Medan berupaya menggenjot hasil tangkapan nelayan di kawasan pesisir Belawan, Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut).

Salah satu upaya adalah mengadakan kegiatan Sekolah Lapang Cuaca Nelayan. Bertempat di Aula Kantor Camat Medan Belawan, kegiatan diikuti 100 peserta dengan mengangkat tema "Mewujudkan Nelayan dengan Hasil Tangkapan Meningkat dan Aman Berbasis Info Cuaca".

Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Belawan Medan, Sugiyono mengatakan, BMKG ingin lebih semakin nyata memberikan kontribusi terhadap keselamatan, kelancaran, dan efisiensi bagi operasi kegiatan nelayan di laut.

"Sesuai amanat undnag-undang, BMKG adalah satu-satunya instansi yang berkewajiban menyediakan informasi cuaca dan gelombang laut di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia," katanya, Sabtu (2/10/2021).

Dijelaskan Sugiyono, 70 persen luas wilayah Indonesia adalah lautan. Potensinya sangat besar untuk menjadi penggerak perekonomian nasional. Sesuai program pemerintah yaitu Indonesia sebagai Poros Maritim.

"Masalahnya, hingga saat ini potensi tersebut belum bisa dimanfaatkan secara maksimal masyarakat," jelasnya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

2 dari 3 halaman

Faktor Kecelakaan Kapal

Berdasarkan data yang dikeluarkan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut diketahui faktor penyebab terjadinya kecelakaan kapal di Indonesia, termasuk kecelakaan kapal ikan, yaitu faktor human error (43,67 persen), faktor alam (32,37 persen), dan faktor teknis (23,94 persen).

Faktor alam merupakan faktor penyebab kecelakaan kapal ikan yang tidak dapat dihindari pada saat operasi penangkapan ikan. Faktor cuaca buruk merupakan permasalahan yang sering kali dianggap sebagai penyebab utama dalam kecelakaan laut.

Disampaikan Sugiyono, adanya informasi tentang perikanan dan cuaca bisa dipadukan, misalnya nelayan diberikan informasi peta daerah mana yang potensi untuk tangkap ikan sekaligus bagaimana kondisi cuaca dan gelombangnya tersebut bisa mendukung penghasilan dan kesejahteraan nelayan.

"Sudah saatnya, nelayan kita menangkap ikan dengan tujuan yang terarah dan terukur dalam kondisi aman dan selamat, tidak lagi sekadar mencari ikan di laut," ujarnya.

Anggota Komisi V DPR RI, Irmadi Lubis, dalam sambutan saat membuka acara mengatakan, para nelayan harus diberi pemahaman dan informasi sejelas-jelasnya agar saat di laut beraktivitas dengan aman.

"Kita inginnya yang ikuti pelatihan menjadi penyambung informasi BMKG. Setelah pelatihan bisa menyebarkan ke teman nelayan lain, sehingga nelayan lainnya juga tahu tentang informasi cuaca maritim dari BMKG," kata Irmadi.

3 dari 3 halaman

Informasi Cuaca dan Iklim

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto menyebut, informasi cuaca dan iklim penting dalam mendukung Nawacita ketahanan pangan pemerintah. BMKG mendukung peningkatkan pamahaman cuaca dan iklim kepada nelayan.

"Juga pengoptimalisasi informasi cuaca dan iklim terhadap penyuluh nelayan dan dinas terkait. Agar informasi yang diberikan dapat dipahami dengan baik," sebutnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Medan, Ikhsar Risyad Marbun menyampaikan, kapal ikan, alat tangkap ikan, dan nelayan merupakan 3 faktor yang mendukung keberhasilan dari program peningkatan produksi dan pendapatan nelayan.

Aktifitas menangkap ikan atau operasi penangkapan ikan, terutama di laut, adalah kegiatan yang beresiko tinggi. Faktor keselamatan kapal maupun nelayan harus diperhatikan, karena merupakan hal yang utama untuk menunjang kesuksesan suatu operasi penangkapan ikan.

"Nah, informasi cuaca dan gelombang dari BMKG sangat penting untuk mendukung hal itu," tandasnya.