Sukses

Duh, Puluhan Orangtua Tolak Anaknya Dikarantina Meski Positif Covid-19 di Purbalingga

Liputan6.com, Purbalingga - Hasil tes Polymerase Chain Reaction (PCR) terhadap siswa SMPN 4 Mrebet, Purbalingga yang menjalani isolasi terpusat menunjukkan 20 di antaranya positif Covid-19. Meski demikian, semua tetap menjalani isolasi terpusat walaupun di ruangan yang terpisah.

Dari 90 siswa yang positif berdasar hasil tes antigen pada Senin (20/9/2021), hanya 64 yang mengikuti isolasi terpusat di SMPN 4 Mrebet. Merekalah yang telah menjalani tes PCR dan hasilnya diumumkan Rabu (22/9/2021).

Sementara 26 siswa yang tidak ikut isolasi terpusat akan dijemput Satgas Covid-19 Purbalingga. Merekapun akan menjalani tes PCR untuk menentukan tidakan medis yang diperlukan.

"Mungkin orangtuanya belum membolehkan atau apa, ini nanti yang akan kami jemput ke rumah masing-masing," kata Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi, Rabu (22/9/2021).

Orangtua siswa memang sempat menolak ketika Satgas Covid-19 meminta mereka mengirim anak-anak ke pusat isolasi di eks gedung SMPN 3 Purbalingga. Selain pertimbangan psikologis anak, jarak dari rumah ke pusat isolasi juga terlalu jauh sehingga mereka tidak bisa leluasa menjenguk anak-anaknya.

Sebagai bentuk kompromi, isolasi terpusat digeser ke SMPN 4 Mrebet. Konsekuensinya, tim medis dan peralatan juga turut pindah ke Mrebet yang berjarak sekitar 40 menit perjalanan dari pusat kota Purbalingga. Meski demikian, masih ada orangtua yang enggan membawa anaknya untuk menjalani isolasi terpusat.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Simak Video Pilihan Berikut Ini:

2 dari 2 halaman

Satgas Covid-19 Tes Antigen di Sekolah

Atas temuan kasus Covid-19 di sekolah, Pemkab Purbalingga melalui Satgas Covid-19 mengambil sampel sekolah-sekolah yang menjalankan pembelajaran taap muka untuk dites antigen. Pada Rabu (22/9/2021), Satgas menggelar tes antigen di SMKN 1 Bukateja.

Dari 250 siswa yang menjalani tes antigen, tidak satupun yang menunjukkan hasil reaktif. Meskipun semua siswa negatif Covid-19, namun sekolah diminta tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

SMK dan SMA merupakan satuan pendidikan yang berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Karena itu, Pemkab Purbalingga tidak menghentikan PTM yang berlangsung di SMK dan SMA. Namun untuk mengantisipasi klaster sekolah, Pemkab menggelar tes antigen secara acak.

Sementara untuk jenjang SMP hingga PAUD dan sekolah di bawah naungan Kementerian Agama untuk sementara menunda PTM. PTM akan kembali bergulir setelah melalui kajian dan evaluasi di tiap kecamatan.

"Sambil kita menyusun SOP yang rijit, yang jelas dan mendorong vaksinasi untuk pelajar. Nanti targetnya 40 persen sampai 50 persen siswa sudah divaksin," ujar Bupati.