Sukses

Misteri Jasad Tanpa Kepala di Pantai Ngluwen Gunungkidul

Liputan6.com, Gunungkidul - Tim Search and Rescue Linmas Wilayah II Pantai Baron, pada Sabtu (12/06/2021) dini hari sekitar 01.30 WIB mengevakuasi jasad yang sudah tak memiliki kepala, tangan dan kaki. Jasad tersebut ditemukan di bawah tebing Pantai Ngluwen.

Sekretaris SAR Linmas Wilayah II Gunungkidul, Surisdiyanto mengatakan, peristiwa penemuan jasad tersebut bermula saat Posko SAR Baron menerima laporan dari Dukuh Bedalo Krambil Sawit Saptosari, Sumidar sekitar pukul 19.00 WIB.

Sumidar melapor kepada Posko SAR bahwa warganya yang beraktivitas di tepi Pantai Ngluwen melihat benda yang tergeletakndi bebatuan tebing.

"Setelah mendapatkan laporan, kami bergegas ke lokasi untuk melakulan evakuasi," kata Surisdiyanto.

Suris menuturkan, saat itu gelombang sedang pasang dan kondisi lokasi begitu gelap. Letak jenazah sendiri berada di antara tebing karang yang terjal membuat tim SAR menunggu hingga kondisi pasang laut memungkinkan untuk proses evakuasi.

“Sambil menunggu kami mempersiapkan peralatan dan penerangan," ucap dia, saat dihubungi melalui ponsel.

Setelah kondisi memungkinkan, anggota Tim SAR dibantu beberapa akhirnya berhasil mengavakuasi jasad tersebut.

 

2 dari 3 halaman

2 Wisatawan Tenggelam

Dugaan kuat jenazah tersebut merupakan wisatawan yang hilang dua pekan lalu. Pihaknya lantas membawa jasad tersebut ke RSUD Wonosari untuk dilakukan pemeriksaan.

Surisdiyanto menduga jasad tersebut merupakan jasad Muhamad Rois (19) warga Nitikan, UH rt 49/13, Sorosutan, Umbulharjo, Yogyakarta yang hilang di sekitar Pantai Ngluwen. Hingga penutupan Operasi SAR dilakukan pada pekan lalu korban tak ditemukan.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Dua wisatawan terlibat kecelakaan laut di Pantai Ngluwen, Krambil Sawit, Saptosari, Minggu (30/05/2021) pagi. Satu di antaranya hingga meninggal dunia sementara satu lainnya hingga Minggu siang ini belum ditemukan.

Koordinator SAR Linmas Wilayah I Pantai Baron, Marjono mengatakan, peristiwa ini bermula saat Derbita Nadifa Sahira (19) warga Demangan (02/04), Bakipandean, Sukoharjo dan Muhammad Rois Chaq warga Nitikan 6/330 (049/013), Sorosutan, Umbulharjo, Yogyakarta mendatangi Pantai Ngluwen untuk camping. Minggu pagi, keduanya lantas bermain di tepi pantai.

"Kondisi gelombang cukup tinggi sehingga menyapu keduanya," papar Marjono.

Nelayan yang melihat peristiwa ini kemudian berusaha untuk memberikan pertolongan. Namun nahas, satu korban perempuan yang diketahui bernama Derbita sudah tak bernyawa. Operasi pemcarian sendiri ditutup pada hari ketujuh yakni pada Sabtu (05/06/2021) lalu.

3 dari 3 halaman

Simak Video Pilihan Berikut Ini: