Sukses

Semangat Berlari, Tak Alpa Peduli di Masa Pandemi Covid-19

Liputan6.com, Semarang - Lari menjadi salah satu gaya sehat di masa pandemi Covid-19. Olahraga rakyat yang diklaim paling murah ini bisa dilakukan di mana saja dan dalam suasana apa saja.

Lari menjadi olahraga pilihan bagi Nurhadi, Kepala SMA Negeri 1 Pegandon Kabupaten Kendal. Pria kelahiran Kendal, 10 Juni 1976 ini bahkan sudah mengantongi 46 medali dari berbagai event running race sejak tahun 2018 lalu.

"Motivasi utama berlari buat saya untuk menjaga stamina agar tetap prima, terutama di masa pandemi ini," ungkap Nurhadi saat diwawancarai Liputan6.com, Minggu (16/5/2021).

Menurutnya, olahraga yang ditekuninya sejak masa SMA ini sangat membantu meningkatkan imunitas di masa pandemi Covid-19 tanpa merogoh kocek lebih dalam untuk modalnya.

Tak seperti olahraga lain, misalnya sepeda yang alatnya sampai puluhan juta rupiah, berlari hanya perlu sepatu khusus untuk kenyamanan maupun menambah kecepatan. Harganya juga terjangkau.

Selama masa pandemi Covid-19, Nurhadi yang bergabung dalam sebuah komunitas runner di Kota Semarang menyebutkan bahwa ada inovasi teknis saat running race. Sebelum pandemi running race dilakukan secara offline maka selama 2 tahun ini dibuat juga kegiatan virtual run.

**Ingat #PesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

2 dari 3 halaman

Bakti Sosial

Nurhadi bahkan berani mengklaim bahwa semua anggota komunitasnya sehat dan hasil test swab selalu negatif.

"Alhamdulillah, kami semua selalu merasa fit tak pernah ada keluhan di masa pandemi. Bahkan kami bisa bepergian keluar kota dalam rangka tugas dengan kondisi yang selalu prima," kata bapak dua anak yang tinggal di Dukuh Gambiran, Desa Sambirejo RT 2/5, Kecamatan Kaliwungu, Kendal ini.

Satu hal yang patut dicontoh adalah semangat para pelari yang punya tagline 'semangat berlari semangat peduli'. Jadi setiap event running ataupun kopdar mereka selalu mengagendakan bakti sosial.

Baru baru ini bahkan Nurhadi memperoleh medali lagi dalam 'Multiple run 155 km' yang didedikasikan untuk anak disabilitas di Nusa Tenggara Barat.

Hasil pendaftaran peserta running hanya kembali ke secara individu berupa medali dan jersey, selebihnya dana yang terkumpul disumbangkan kepada anak anak berkebutuhan khusus.

Tak hanya saat event race, bahkan saat kopi darat semua anggota secara sukarela menyisihkan uang saku untuk diserahkan kepada komunitas ataupun personal yang membutuhkan ukuran tangan.

3 dari 3 halaman

Simak Video Pilihan Berikut Ini: