Sukses

Vaksin Covid-19 Ada Masa Kedaluwarsa, Ridwan Kamil Percepat Vaksinasi

Liputan6.com, Bandung - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan pihaknya akan fokus menggenjot vaksinasi tahap kedua pada pekan ini. Fokus vaksinasi pekan ini terutama pada sasaran lanjut usia dan pelayanan publik.

Dari data yang didapatnya, vaksinasi per hari di Jabar yang dilakukan hanya mencapai 20 ribu. Angka ini sangat jauh dari target percepatan vaksinasi yang diharap rampung tahun ini untuk seluruh warga Jabar yang berhak mendapat vaksin.

"Kita akan fokus pada vaksinasi. Untuk minggu ini penyuntikan untuk lansia akan massal dilakukan di seluruh daerah-daerah," kata pria yang akrab disapa Emil itu dalam jumpa pers di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (8/3/2021).

Jumlah sasaran vaksinasi tahap II di Jabar sekitar 6,6 juta orang. Rinciannya, ada 4.403.984 lansia yang jadi target, sementara petugas publik 2.195.215 orang.

"Karena kita punya target 6 juta sekian penduduk Jabar untuk lansia dan profesi yang rawan (terpapar) dan pelayanan publik itu harus selesai di bulan Juni. Kalau kita lambat maka vaksinnya kedaluwarsa. Maka kita sedang mengejar target itu," ujar Emil.

Terkait upaya mendorong percepatan vaksinasi Covid-19, Emil mengungkapkan dua hal. Pertama, menggunakan gedung-gedung publik.

"Kita sudah menyimpulkan jabar tidak akan cukup hanya mengandalkan puskesmas, maka dari itu Jabar akan menggunakan gedung besar sebagai andalan utamanya. Karena satu puskesmas maksimal sehari mungkin 60-an tapi kalau gedung besar itu kita dua ribuan suntikan per hari," tuturnya.

Selain menyiapkan gedung publik, Emil menyatakan pihaknya tengah menyiapkan program mobil vaksinasi keliling. Mobil keliling ini kerja sama dengan Polda Jabar.

"Mobil keliling itu akan dimulai dikirim ke Karawang atau Bogor sebagai penugasan pertama untuk mempercepat vaksinasi," ucap mantan Wali Kota Bandung itu.

2 dari 3 halaman

Vaksinator dan Ketersediaan Vaksin

Selain gedung, Emil menyatakan jumlah penyuntik vaksin atau vaksinator sudah memadai dengan jumlah 11 ribu tenaga. Jumlah tersebut sudah termasuk bantuan dari TNI dan Polri.

"Vaksinator kita itu ada di 11 ribuan dan ditambahi oleh beberapa ribu dari TNI/Polri. Sementara masih memadai," katanya.

Terkait ketersediaan vaksin, Emil mengaku sampai saat ini masih bergantung pada distribusi dari pemerintah pusat. Distribusi pun dilakukan bertahap, tergantung sejauh mana progres dari pemerintah daerah melaksanakan vaksinasi.

"Komunikasi dengan pemerintah pusat karena pemerintah pusat itu enggak bisa langsung semuanya, dilihat ini berprestasi atau tidak. Itulah kenapa saya dorong agar vaksinasi ini cepat supaya datang lagi tahap-tahap berikutnya, jangan tahap satu saja belum habis sudah minta tahap berikut," ungkapnya.

3 dari 3 halaman

Simak Video Pilihan di Bawah Ini