Sukses

Jasa Raharja Berikan Santunan untuk Keluarga Mia Pramugari Sriwijaya Air

Liputan6.com, Denpasar Jasa Raharja Bali bayarkan santunan sebesar Rp50 juta rupiah kepada keluarga pramugari Sriwijaya Air SJ-182. Mia Tresetyani Zet Wadu yang jasadnya sudah ditemukan itu menjadi salah satu daftar manifes korban kecelakaan pesawat tujuan Jakarta-Pontianak tersebut. 

Kepala PT Jasa Raharja Bali Dwi Sasono mengatakan pihaknya mewakili Komisaris Direksi Jasa Raharja. "Kami turut berduka cita atas musibah yang menimpa Mia Tresetyani yang menjadi korban jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air JS-182," katanya di rumah orang tua Mia Zet Wadu Denpasar, Jumat (15/1/2021).

Tak hanya menyampaikan ucapan bela sungkawa, Ia melanjutkan dirinya mewakili PT Jasa Raharja memberikan santunan atas apa yang menimpa Mia Zet Wadu, karena menjadi korban kecelakaan pesawat. 

"Kami berikan santunan kepada ahli Waris kepada kedua orang tua korban. Nilai santunan yang menjadi hak korban adalah Rp.50 juta, kami berikan hari ini melalui transfer rekening," ujar dia. 

2 dari 2 halaman

Jenazah Berhasil Diidentifikasi Tim DVI RS Polri

Ia menambahkan, jenazah Mia Zet Wadu sudah berhasil diindentifikasi tim DVI Rumah Sakit (RS) Polri, Kramat Jati, Jakarta.  "Kabar itu (jenazah Mia diidentifikasi) diumumkan oleh tim DVI. Dan dalam waktu kurang dari 24 jam kami menyelesaikan proses pemberian santunan kepada ahli waris dari Mia sebesar Rp 50 juta," ucapnya.

Sementara itu, Yudi Kurniawan sepupu Mia Zet Wadu mengatakan pihak keluarga sudah ikhlas dengan kedatangan Mia yang sudah ditemukan oleh tim pencarian, walaupun sudah dalam kondisi tak bernyawa. "kami terima informasi jenazah Mia sudah berhasil diidentifikasi pada Kamis (13/1/2021) pukul 17.00 WIB. kami sudah berusaha ikhlas dengan kabar tentang Mia," tuturnya.

Untuk diketahui Mia Tresetyani Zet Wadu adalah salah satu dari 12 kru Sriwijaya Air SJ-182 yang mengalami kecelakaan  beberapa saat lalu di perairan Kepulauan Seribu. Pesawat tujuan Jakarta-Pontianak itu membawa 12 kru 6 kru aktif dan 6 kru ekstra kru. Sementara jumlah penumpang adalah 50, terdiri dari 40 orang dewasa, 7 anaka-anak dan 3 bayi.