Sukses

Menikmati Sepoi-Sepoi Angin Pagi dari Atas Mercusuar Pulau Tohe Gorut

Liputan6.com, Gorontalo - Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut) merupakan Kabupaten yang memiliki banyak pulau indah. Bahkan, sebagian kini sudah menjadi destinasi wisata.

Salah satunya, Pulau Tohe yang artinya pulau Lampu. Pulau yang terletak di bagian utara laut teluk Tomini ini berada di Kecamatan Kwandang, Gorut. Untuk sampai ke pulau ini, pengunjung cukup menaiki perahu nelayan sekitar.

Untuk waktu tempuh, pengunjung hanya membutuhkan waktu kurang lebih 2 jam perjalanan dari pelabuhan Kwandang. Biaya sewa perahu tidak perlu merogoh kocek terlalu dalam, hanya dengan Rp5 ribu setiap orang, pengunjung sudah bisa menikmati keindahan Pulau Tohe.

Hingga kini banyak yang bertanya mengapa pulau kecil dan cantik itu dinamakan pulau lampu. Rupanya, di pulau ini terdapat sebuah mercusuar yang konon katanya merupakan peninggalan Belanda.

Hingga kini mercusuar tersebut masih berfungsi dan oleh warga sekitar digunakan untuk memandu kapal penangkap ikan dan kapal pesiar yang hendak menuju pelabuhan Kwandang.

Keberadaan mercusuar ini menjadi ciri khas tersendiri bagi pulau lampu yang menjadikannya sebagai destinasi wisata populer di kalangan wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara.

Selain melihat pemandangan Pulau Lampu yang eksotis dari kejauhan, saat berada di lokasi, wisatawan juga bisa melakukan sejumlah kegiatan lainnya seperti berenang, snorkling, dan memancing.

Air yang jernih dan pasir yang begitu lembut dirasakan oleh pijakan kaki, membuat pulau ini seakan memberikan kesan eksotik. Kilauan sinar matahari pada siang hari saat menyinari air laut menambah keindahan sekitar pulau lampu.

Tidak hanya itu, pada waktu tertentu, para pelancong diperbolehkan oleh petugas untuk menaiki menara mercusuar dan melihat pemandangan sekitar pulau. Sejauh mata memandang, dari atas menara, pengunjung bisa melihat pulau-pulau lain yang tidak jauh dari pulau lampu.

"Saat menaiki mercusuar pemandangan cukup luar biasa yang memberikan kita pengalaman bisa melihat pulau lain dari kejauhan," kata Riska Abdullah salah satu pengunjung kepada Liputan6.com.

Terpaan angin yang bertiup sepoi-sepoi membuat mereka tidak mau beranjak dari pulau ini. Rasa gerah selama perjalanan seketika hilang saat menginjakan kaki di pulau itu.

"Anginnya tidak terlalu kuat, itulah mengapa pulau ini sangat bagus ketika didatangi saat pagi hingga siang hari," tuturnya.

Sementara warga sekitar Ali Pakaya berharap, pulau ini bisa diperhatikan oleh pemerintah daerah sehingga ada perbaikan khususnya transportasi menuju pulau. Sebab, selama ini pengunjung hanya menggunakan perahu pribadi milik nelayan yang juga digunakan juga untuk menangkap ikan.

"Minimal kami diberikan perahu untuk mengangkut wisatawan, karena perahu kami pasti bau setelah digunakan mencari ikan dan mereka pasti tidak nyaman," tandasnya.

2 dari 2 halaman

Simak juga video pilihan berikut: